Jakarta, Mata4.com – Setiap tanggal 12 September, Indonesia memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGMI) sebagai bentuk upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pada tahun 2025 ini, tema yang diusung adalah “Sikat Gigi yang Benar, Gigi Sehat Terjaga”. Tema ini diangkat karena masih banyak masyarakat yang belum memahami teknik menyikat gigi yang tepat, sehingga angka masalah gigi berlubang dan gangguan kesehatan mulut lainnya masih tinggi.
Pentingnya Kesehatan Gigi dan Mulut
Kesehatan gigi dan mulut bukan hanya soal penampilan atau estetika, tapi juga berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Mulut adalah pintu masuk utama makanan dan minuman yang dikonsumsi, sehingga masalah kesehatan mulut dapat berdampak pada sistem pencernaan dan organ lainnya. Selain itu, gangguan gigi seperti gigi berlubang atau infeksi gusi bisa menyebabkan rasa sakit, kesulitan makan, dan menurunkan kualitas hidup.
Menurut data Riskesdas 2023 yang dirilis Kementerian Kesehatan RI, prevalensi karies gigi (gigi berlubang) pada anak usia 5-12 tahun mencapai hampir 70 persen. Sementara itu, pada orang dewasa, sekitar 40 persen mengalami masalah kesehatan mulut yang berpotensi menimbulkan komplikasi.
Apa Itu Gigi Berlubang dan Mengapa Bisa Terjadi?
Gigi berlubang atau karies gigi merupakan kondisi di mana lapisan keras gigi (enamel) rusak akibat proses pelarutan oleh asam yang dihasilkan bakteri dalam plak gigi. Plak ini terbentuk dari sisa-sisa makanan terutama yang mengandung gula dan karbohidrat, yang jika tidak dibersihkan dengan baik akan menjadi sarang bakteri.
Bakteri tersebut memecah gula dan menghasilkan asam yang menyerang enamel, sehingga lama-kelamaan akan terbentuk lubang yang bisa membesar dan menimbulkan rasa nyeri.
Mengapa Teknik Sikat Gigi yang Benar Penting?
Sikat gigi yang dilakukan asal-asalan tidak cukup membersihkan plak secara optimal. Bahkan, menyikat gigi terlalu keras atau menggunakan teknik yang salah bisa merusak gusi dan lapisan enamel, yang justru memperparah kondisi mulut.
Drg. Anita Kusuma, dokter gigi di Puskesmas Jakarta Selatan menjelaskan, “Teknik menyikat gigi yang benar membantu menghilangkan plak di permukaan gigi dan di sepanjang garis gusi tanpa merusak jaringan gusi atau enamel. Ini adalah kunci utama untuk mencegah gigi berlubang dan penyakit gusi.”
Langkah-Langkah Menyikat Gigi yang Benar
Berikut panduan lengkap cara sikat gigi yang direkomendasikan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan asosiasi kesehatan gigi dunia:
- Pilih Sikat Gigi yang Tepat
Gunakan sikat gigi berbulu halus dengan kepala sikat kecil agar mudah menjangkau seluruh bagian mulut, termasuk area belakang gigi. - Gunakan Pasta Gigi Berfluoride
Fluoride merupakan mineral yang berperan memperkuat enamel dan membantu melawan bakteri. - Waktu Menyikat Gigi
Sikat gigi setidaknya dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. - Posisi Sikat Gigi
Tempatkan sikat pada sudut 45 derajat terhadap garis gusi. - Gerakan Menyikat
Gunakan gerakan memutar kecil atau goyang maju-mundur secara lembut, jangan digosok terlalu keras karena bisa merusak gusi. - Sikat Semua Permukaan Gigi
Termasuk permukaan depan, belakang, dan permukaan kunyah. - Membersihkan Lidah dan Langit-Langit
Lidah dan langit-langit mulut juga perlu dibersihkan untuk mengurangi bakteri penyebab bau mulut. - Durasi Menyikat
Lakukan menyikat gigi selama 2 menit agar plak terangkat secara menyeluruh. - Bilas Mulut dengan Air Bersih
Setelah menyikat, berkumurlah dengan air bersih untuk membersihkan sisa pasta gigi dan kotoran.
Tips Tambahan untuk Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
- Gunakan Dental Floss
Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi sangat penting karena sikat gigi tidak bisa menjangkau area tersebut. - Batasi Konsumsi Makanan Manis
Kurangi makanan dan minuman tinggi gula yang menjadi sumber makanan bakteri penyebab karies. - Periksakan Gigi Secara Rutin
Minimal 6 bulan sekali ke dokter gigi untuk pemeriksaan dan pembersihan karang gigi. - Hindari Kebiasaan Buruk
Seperti merokok, menggigit benda keras, atau menggertakkan gigi.
Peran Pemerintah dan Lembaga Kesehatan
Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional tahun ini juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan edukasi di seluruh Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan PDGI dan institusi kesehatan lainnya menggelar seminar, penyuluhan, serta pemeriksaan gigi gratis di puskesmas dan sekolah-sekolah.
Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, untuk mulai membiasakan pola hidup sehat dan kebiasaan menyikat gigi yang benar.
Mitos dan Fakta Seputar Menyikat Gigi
Selain edukasi teknis, penting juga untuk meluruskan beberapa mitos yang masih berkembang di masyarakat:
- Mitos: Menyikat gigi lebih keras berarti lebih bersih
Fakta: Menyikat terlalu keras justru bisa merusak gusi dan enamel. - Mitos: Setelah makan asam (seperti jeruk), langsung sikat gigi
Fakta: Tunggu minimal 30 menit karena asam melemahkan enamel sementara. - Mitos: Anak kecil tidak perlu sikat gigi sebelum gigi permanen tumbuh
Fakta: Kebiasaan menyikat gigi harus diajarkan sejak gigi susu muncul.
Kesimpulan
Memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional 2025 menjadi momentum tepat untuk kembali mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan mulut. Sikat gigi dengan teknik yang benar adalah langkah sederhana namun krusial untuk mencegah gigi berlubang dan berbagai masalah kesehatan mulut lainnya.
Dengan membiasakan diri menyikat gigi dua kali sehari secara tepat, serta didukung pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi, Indonesia dapat mengurangi prevalensi karies dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

