Padang, Mata4.com – Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol bersama unsur pemerintah terus mempercepat penanganan pascabencana di Sumatera Barat, terutama dalam proses evakuasi korban serta pembukaan akses ke wilayah yang masih terisolasi. Inspektorat Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Brigjen TNI Heri Susanto, menyampaikan bahwa TNI tetap bekerja maksimal sesuai masa tanggap darurat.
“Kami tetap melakukan pencarian sesuai waktu tanggap darurat. Fokus kami adalah evakuasi korban dan pembenahan fasilitas umum,” ujar Heri di Kota Padang, Selasa (2/12/2025).
Memasuki hari kelima pascabencana, sekitar 2.000 personel TNI dari Babinsa dan berbagai satuan pendukung dikerahkan untuk membantu percepatan pemulihan, mulai dari evakuasi korban, penyaluran logistik, hingga menembus wilayah yang belum dapat diakses. Kodam juga mengoperasikan tujuh dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi dan relawan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama lembaga terkait terus memperkuat pencarian korban sekaligus percepatan identifikasi jenazah. “Sejak awal bencana, tim gabungan Pemprov Sumbar, pemerintah kabupaten dan kota, TNI, Polri, dan SAR melakukan pencarian korban hilang, evakuasi korban luka, layanan kesehatan di posko, serta distribusi logistik,” jelasnya.

Untuk membuka akses ke wilayah yang terisolasi, pemerintah mengerahkan 81 alat berat, termasuk dukungan dari pihak swasta. Pemprov Sumbar juga menyiapkan ruang pendingin di rumah sakit guna mempermudah proses identifikasi jenazah oleh tim DVI Polri yang bekerja penuh waktu di lapangan.
Dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak, sebanyak 350 ton beras telah didistribusikan ke seluruh kabupaten dan kota yang terkena dampak. Penyaluran akan ditambah jika situasi di lapangan membutuhkan.
Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat Sumbar per 2 Desember 2025 pukul 09.00 WIB, tercatat 193 korban meninggal dunia, dengan 161 di antaranya sudah teridentifikasi. Sebanyak 32 jenazah masih dalam proses identifikasi, sementara 116 warga dilaporkan hilang. Hingga kini, jumlah pengungsi mencapai 17.402 orang yang tersebar di berbagai titik.
