Jayapura, 23 Juli 2025 — Upaya pelestarian lingkungan dengan mengurangi limbah plastik kini semakin digalakkan di berbagai sektor, termasuk dalam pengelolaan jalan tol. Salah satu langkah inovatif dilakukan oleh perusahaan kontraktor ternama, Harapan Karya Abadi (HKA), yang memproduksi sarung rubber cone sebagai pengganti plastik pembungkus alat pengaman lalu lintas di ruas Tol Mebi, Papua.
Inovasi ini lahir sebagai respons atas tingginya limbah plastik yang selama ini menjadi permasalahan lingkungan serius di sekitar kawasan jalan tol. Plastik pembungkus pada cone pengaman biasanya hanya dipakai sekali dan langsung dibuang, menyebabkan penumpukan sampah plastik yang sulit terurai dan berpotensi mencemari ekosistem di sekitar jalan.
Inovasi Ramah Lingkungan dari HKA
Sarung rubber cone yang diproduksi HKA merupakan sebuah pelindung berbahan karet elastis yang dirancang untuk menutupi dan memperkuat cone lalu lintas. Berbeda dengan plastik sekali pakai, sarung ini dapat dipasang dan dilepas berkali-kali, tahan terhadap cuaca panas, hujan, dan benturan keras dari kendaraan atau faktor eksternal lainnya.
Manajer Proyek HKA, Agus Setiawan, mengungkapkan bahwa ide pembuatan sarung rubber cone ini muncul dari keprihatinan terhadap limbah plastik yang semakin menggunung di sepanjang Tol Mebi. “Kami ingin membuat produk yang tidak hanya fungsional untuk keselamatan jalan, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan,” ujar Agus.
Dengan menggunakan bahan karet yang elastis dan kuat, sarung ini tidak hanya menggantikan plastik pembungkus, tetapi juga memperpanjang umur pakai cone, sehingga menghemat biaya pengadaan dan pengelolaan alat keselamatan jalan.
Implementasi dan Dampak Positif di Tol Mebi
Sejak awal 2025, sarung rubber cone telah digunakan secara bertahap di berbagai titik strategis sepanjang Tol Mebi. Selain mengurangi penggunaan plastik pembungkus, alat ini memberikan manfaat tambahan seperti peningkatan visibilitas cone, perlindungan terhadap kerusakan fisik, serta kemudahan dalam proses perawatan.
Ketua Tim Pengelola Jalan Tol Mebi, Maria Lestari, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ini. “Langkah HKA sangat tepat, karena selain menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, sarung rubber cone ini juga memperkuat aspek keselamatan dengan memberikan perlindungan lebih pada alat lalu lintas,” katanya.
Maria menambahkan, keberhasilan implementasi ini juga menjadi contoh bagi pengelola jalan tol lain agar lebih mengutamakan aspek ramah lingkungan dalam operasional mereka.
Dukungan dari Pemerintah dan Komunitas
Pemerintah daerah Papua dan instansi lingkungan hidup setempat turut mendukung penggunaan sarung rubber cone sebagai bagian dari program pengurangan sampah plastik. Mereka menilai inovasi ini sejalan dengan visi daerah yang ingin menjaga keindahan alam dan kelestarian ekosistem Papua.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Dr. Hendri Waisai, mengatakan, “Inisiatif HKA sangat kami dukung. Pengurangan sampah plastik di jalan tol adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi lingkungan. Kami berharap model ini bisa direplikasi di wilayah lain.”
Selain itu, komunitas peduli lingkungan di Jayapura juga menyambut positif upaya ini dan berharap semakin banyak pihak yang mengambil langkah serupa.
Rencana Pengembangan dan Ekspansi
HKA berencana mengembangkan produksi sarung rubber cone ini untuk diaplikasikan tidak hanya di Tol Mebi, tetapi juga di proyek jalan tol dan fasilitas umum lainnya di berbagai daerah. Pengembangan ini mencakup inovasi desain dan bahan yang lebih ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya.
“Target kami adalah menjadikan sarung rubber cone sebagai standar baru dalam pengelolaan alat keselamatan jalan, yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” kata Agus.
Perusahaan juga membuka kesempatan kerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta untuk memperluas jangkauan penggunaan produk inovasi ini.
Kesimpulan
Inovasi sarung rubber cone oleh HKA menjadi langkah penting dalam upaya pengurangan limbah plastik di lingkungan jalan tol, khususnya Tol Mebi. Produk ini tidak hanya memberikan solusi praktis dan ekonomis untuk pengelolaan alat keselamatan lalu lintas, tetapi juga menjadi contoh nyata tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan.
Dengan dukungan berbagai pihak, langkah ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan serta keselamatan pengguna jalan tol di Indonesia.
