Ciamis, Mata4.com — Di tengah meningkatnya eskalasi unjuk rasa di sejumlah wilayah Indonesia, Pemerintah Kabupaten Ciamis mengambil langkah antisipatif yang tak lazim namun dinilai strategis: menerapkan sistem pembelajaran daring untuk seluruh pelajar tingkat SD hingga SMA di wilayahnya. Kebijakan ini diberlakukan sementara guna menghindari potensi keterlibatan pelajar dalam demonstrasi dan menjaga keselamatan mereka dari kemungkinan gangguan keamanan.
Kebijakan ini tidak hanya dianggap sebagai bentuk perlindungan terhadap anak-anak usia sekolah, tetapi juga sebagai upaya untuk menjaga kondusivitas daerah serta memastikan hak anak untuk belajar tetap terpenuhi.
Latar Belakang Kebijakan: Mencegah, Bukan Menunggu
Gelombang demonstrasi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di berbagai kota besar—termasuk Jakarta, Semarang, dan Bandung—telah melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Dalam sejumlah kasus, pelajar terpantau ikut dalam kerumunan, baik secara sadar maupun karena ketidaktahuan terhadap isu yang diperjuangkan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Drs. Agus Sutrisno, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil risiko yang tidak perlu. Meskipun belum ditemukan indikasi keterlibatan siswa Ciamis secara langsung dalam aksi massa, potensi terprovokasi tetap ada.
“Langkah ini bukan karena ada kejadian di Ciamis, tetapi justru karena belum terjadi. Kami ingin mencegah anak-anak didik kita menjadi korban situasi sosial yang tidak mereka pahami sepenuhnya,” ujar Agus dalam keterangan resminya.
Skema dan Pelaksanaan Belajar Daring
Dinas Pendidikan menetapkan bahwa mulai Senin, 2 September 2025, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring (online). Guru diinstruksikan untuk menggunakan platform pembelajaran digital yang sudah ada, seperti Google Classroom, WhatsApp Group, atau aplikasi milik Kemendikbud.
Masing-masing sekolah diberi kewenangan untuk mengatur teknis pelaksanaan belajar daring berdasarkan kesiapan sumber daya mereka. Bagi sekolah di wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan internet atau perangkat digital, pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan dukungan teknis dan logistik.
“Kami telah mendata sekolah-sekolah yang butuh bantuan koneksi atau perangkat tambahan. Kami sedang berkoordinasi dengan Dinas Kominfo dan instansi lain agar pembelajaran tidak terganggu,” ujar Agus.
Respons Guru, Orang Tua, dan Siswa
Kebijakan ini disambut beragam. Kalangan pendidik, khususnya guru, mendukung langkah tersebut, meskipun mengakui bahwa mengajar secara daring tidak semudah tatap muka. Butuh adaptasi, kreativitas, dan upaya ekstra untuk menjaga semangat belajar siswa.
“Saya memahami keputusan ini diambil demi keamanan anak-anak. Tapi memang perlu inovasi agar siswa tidak hanya diberi tugas, melainkan tetap mendapat pemahaman yang baik,” kata Reni Kurniawati, guru SMPN 3 Ciamis.
Sementara itu, sejumlah orang tua merasa lebih tenang karena anak-anak tidak harus keluar rumah dalam kondisi sosial yang labil. Namun, sebagian juga mengeluhkan tantangan teknis seperti keterbatasan perangkat dan kuota internet.
“Saya senang anak-anak aman di rumah, tapi tidak semua keluarga punya HP sendiri-sendiri untuk tiap anak. Kami harap pemerintah bantu juga di sisi itu,” ungkap Deni (42 tahun), orang tua siswa SD di Ciamis kota.
Para siswa sendiri memiliki pandangan yang beragam. Ada yang merasa nyaman karena bisa belajar dari rumah, namun tak sedikit pula yang merasa bosan dan ingin segera kembali ke sekolah.
“Kalau belajar di rumah kadang enak karena santai, tapi lama-lama kangen juga suasana kelas,” kata Rina (16 tahun), siswi SMA.
Durasi dan Evaluasi Berkala
Pemerintah Kabupaten Ciamis menyatakan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi setiap pekan. Jika situasi sosial dan keamanan dinyatakan kondusif, maka pembelajaran tatap muka bisa segera diberlakukan kembali.
“Kami tidak ingin berlama-lama menutup ruang kelas, karena kami juga percaya pentingnya interaksi langsung dalam pendidikan. Tapi saat ini, keselamatan siswa menjadi prioritas,” ujar Agus.
Dinas Pendidikan juga membuka kanal pengaduan dan komunikasi bagi sekolah maupun orang tua untuk memberikan masukan selama periode pembelajaran daring berlangsung.
Penutup: Pendidikan Tetap Jalan, Keselamatan Tetap Dijaga
Langkah Pemerintah Kabupaten Ciamis ini mencerminkan pendekatan yang preventif dan humanis, sekaligus menunjukkan komitmen terhadap perlindungan anak dan keberlangsungan pendidikan. Dalam situasi yang serba tidak pasti, kebijakan belajar daring menjadi solusi kompromi untuk menjamin dua hal sekaligus: keamanan dan pendidikan.

