Jakarta, Mata4.com – Dalam suasana proses pembentukan kabinet baru yang tengah berlangsung, perhatian publik juga tertuju pada sosok Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang akan segera dilantik. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Lia Istifhama, mengemukakan harapannya agar posisi strategis tersebut diisi oleh figur yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga berjiwa muda, kreatif, dan memiliki energi besar dalam menghadapi tantangan di dunia kepemudaan dan olahraga.
Tantangan Dunia Kepemudaan dan Olahraga di Era Modern
Lia Istifhama mengingatkan bahwa dunia kepemudaan dan olahraga saat ini tengah mengalami perubahan dan dinamika yang sangat cepat. Perkembangan teknologi, perubahan sosial budaya, serta tantangan global seperti perubahan iklim, pandemi, hingga digitalisasi memengaruhi pola hidup dan aspirasi generasi muda.
“Kita tidak bisa lagi menggunakan pendekatan lama dalam mengelola kepemudaan dan olahraga. Dibutuhkan sosok pemimpin yang dapat beradaptasi dengan perubahan zaman dan membawa inovasi yang relevan dengan kebutuhan pemuda saat ini,” ujar Lia dalam wawancara eksklusif dengan media pada Jumat (13 September 2025).
Regenerasi Kepemimpinan: Energi dan Kreativitas Sebagai Kunci
Menurut Lia, regenerasi kepemimpinan menjadi hal penting dalam menjawab kebutuhan dan harapan generasi muda. Sosok Menpora yang muda dan kreatif akan memiliki keunggulan dalam memahami perkembangan tren global, memanfaatkan teknologi digital, serta mengkomunikasikan program-program kepemudaan dan olahraga dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima.
“Kreativitas dan energi yang dimiliki sosok muda sangat dibutuhkan untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada gagasan, tetapi mampu diwujudkan dalam program nyata,” kata Lia.
Lia juga menyoroti pentingnya sosok Menpora yang memiliki kemampuan memotivasi dan menginspirasi pemuda agar lebih aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kepemudaan dan olahraga, sehingga bukan hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan bangsa.
Pentingnya Pendekatan Inklusif dan Merata
Dalam perspektif Lia, pemberdayaan pemuda harus dilakukan secara inklusif dan merata di seluruh Indonesia, tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Oleh karena itu, sosok Menpora juga harus memiliki visi untuk mengembangkan potensi pemuda di daerah-daerah tertinggal dan pelosok.
“Banyak potensi pemuda di daerah yang belum tergali secara optimal karena kurangnya akses, fasilitas, dan program yang tepat sasaran. Ini adalah tantangan besar yang harus menjadi perhatian Menpora baru,” tegas Lia.
Menpora Sebagai Fasilitator Sinergi Antar Pemangku Kepentingan
Lebih lanjut, Lia Istifhama mengingatkan bahwa peran Menpora tidak hanya terbatas pada pengelolaan anggaran dan kebijakan semata, melainkan juga harus menjadi fasilitator yang mampu menjalin sinergi dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah pusat dan daerah, organisasi kepemudaan, dunia usaha, hingga media massa.
“Sinergi yang baik akan memperkuat dampak program-program kepemudaan dan olahraga. Menpora harus menjadi penghubung dan motor penggerak kolaborasi tersebut,” ujar Lia.
Fokus pada Pengembangan Ekosistem Olahraga dan Kepemudaan
Lia menekankan bahwa pengembangan olahraga nasional bukan hanya soal prestasi di tingkat kompetisi, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung olahraga sebagai gaya hidup sehat dan sarana pengembangan karakter. Begitu pula dengan kepemudaan, program-program harus mampu mengasah keterampilan, jiwa kewirausahaan, serta kepemimpinan generasi muda.
“Kita perlu Menpora yang dapat mengintegrasikan berbagai aspek tersebut dalam satu visi besar yang komprehensif dan berkelanjutan,” tutur Lia.
Menpora: Agen Perubahan dan Inspirator
Selain itu, Lia menilai Menpora harus menjadi agen perubahan yang mampu membawa semangat baru dan menjadi inspirator bagi pemuda Indonesia. Kemampuan komunikasi yang baik, kepribadian yang mudah diterima, serta kemampuan menyuarakan aspirasi pemuda menjadi nilai tambah bagi sosok Menpora.
“Menpora adalah wajah pemerintah di mata pemuda dan masyarakat luas. Oleh karena itu, figur Menpora harus mampu menunjukkan kepemimpinan yang visioner sekaligus humanis,” kata Lia.
Harapan di Tengah Proses Pembentukan Kabinet
Pernyataan Lia Istifhama muncul di tengah proses pembentukan kabinet baru yang tengah berlangsung, di mana posisi Menpora merupakan salah satu jabatan kunci yang berperan penting dalam mewujudkan visi pemerintahan saat ini, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan prestasi olahraga nasional.
Sebagai anggota DPD yang aktif mengawal isu-isu kepemudaan dan olahraga, Lia berharap proses seleksi dan penetapan Menpora dilakukan secara transparan, profesional, dan mengedepankan kualitas serta kapabilitas calon yang akan memimpin kementerian tersebut.
“Kita butuh sosok yang tidak hanya memenuhi kriteria formal, tetapi juga memiliki komitmen nyata dan kemampuan untuk membawa perubahan positif,” pungkas Lia.

