Jakarta, 21 Juli 2025 — Penyumbatan pembuluh darah jantung, atau dikenal dalam dunia medis sebagai coronary artery disease (CAD), masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Meski demikian, para ahli kesehatan sepakat bahwa sebagian besar kasus dapat dicegah melalui gaya hidup yang sehat, seimbang, dan disiplin.
Berikut adalah lima kebiasaan sehat yang direkomendasikan oleh para dokter dan lembaga kesehatan untuk mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah jantung.
1. Mengadopsi Pola Makan Seimbang
Dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Jantung Nasional Harapan Kita, dr. Andika Prasetya, Sp.JP, menyebut bahwa pola makan memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan pembuluh darah.
“Kurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, gula berlebih, dan garam. Perbanyak sayur, buah, biji-bijian utuh, dan ikan berlemak seperti salmon atau tuna,” jelasnya.
Diet seperti DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) dan Mediterranean Diet terbukti menurunkan risiko penyumbatan arteri dan tekanan darah tinggi.
2. Berolahraga Secara Teratur
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan agar orang dewasa melakukan aktivitas fisik aerobik minimal 150 menit per minggu. Bentuknya bisa berupa jalan cepat, bersepeda, berenang, atau aktivitas lainnya.
Ahli gizi dan kebugaran, Fitri Ramadhani, M.Kes, mengatakan bahwa aktivitas fisik bukan hanya menurunkan berat badan, tapi juga meningkatkan kerja jantung dan aliran darah.
“Dengan rutin bergerak, kolesterol jahat (LDL) bisa ditekan dan kolesterol baik (HDL) meningkat,” ujarnya.
3. Menghindari Rokok dan Paparan Asapnya
Merokok tetap menjadi faktor risiko utama penyumbatan pembuluh darah. Kandungan zat kimia dalam rokok menyebabkan kerusakan pada lapisan pembuluh darah dan mempercepat terbentuknya plak yang menyumbat.
Menurut data Kementerian Kesehatan RI, perokok aktif memiliki risiko serangan jantung dua hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan non-perokok. Oleh karena itu, berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok menjadi langkah penting dalam pencegahan.
4. Mengelola Stres dan Istirahat yang Cukup
Stres kronis berpengaruh langsung terhadap tekanan darah dan kadar hormon dalam tubuh. Keduanya dapat mempercepat kerusakan arteri jika tidak ditangani dengan baik.
Praktisi psikologi kesehatan, Dr. Rini Saptari, menjelaskan bahwa tidur cukup 7–8 jam per malam serta teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau aktivitas spiritual dapat membantu menyeimbangkan kondisi mental dan fisik.
5. Rutin Memeriksa Kondisi Kesehatan
Pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol secara berkala dapat membantu deteksi dini risiko penyumbatan arteri. Hal ini sangat penting, terutama bagi individu yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
Dokter Andika menambahkan bahwa pengukuran kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida secara berkala dapat menjadi alat kendali efektif.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Cek kesehatan secara rutin bisa menyelamatkan nyawa,” tegasnya.
