Jakarta – Manchester United akhirnya mengambil keputusan penting pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2025. Klub berjuluk Setan Merah itu resmi mendatangkan penjaga gawang muda asal Belgia, Senne Lammens, dari Royal Antwerp.
Kiper berusia 23 tahun itu ditebus dengan biaya transfer sekitar £18,2 juta plus bonus tambahan, dan langsung menandatangani kontrak berdurasi lima tahun di Old Trafford. Kedatangannya menjadi jawaban atas keresahan suporter terkait performa Andre Onana dan Altay Bayindir yang kerap melakukan kesalahan fatal di awal musim 2025/26.
Lebih Murah Dibanding Emiliano Martinez
Nama Emiliano Martinez dari Aston Villa sejatinya sempat dipertimbangkan. Kiper asal Argentina yang sukses mengantarkan negaranya menjuarai Piala Dunia 2022 itu dipandang sebagai opsi ideal berkat pengalaman dan kualitasnya.
Namun, harga yang dipatok Aston Villa mencapai hampir dua kali lipat dari biaya Lammens, ditambah permintaan gaji sebesar £200 ribu per pekan. Bagi Manchester United, angka tersebut dianggap tidak realistis, apalagi klub sedang berhati-hati mengikuti aturan Profit and Sustainability Rules (PSR).

Fokus pada Investasi Jangka Panjang
Manajemen MU akhirnya lebih memilih langkah strategis dengan mendatangkan Lammens. Selain usianya yang masih muda, ia dinilai memiliki potensi berkembang menjadi kiper utama di masa depan.
Lammens juga disebut punya karakter kuat, disiplin, serta kemampuan distribusi bola yang cocok dengan gaya bermain modern. Keputusan ini menunjukkan bahwa MU tidak hanya mencari solusi instan, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang di sektor penjaga gawang.
“Dengan usia 23 tahun, Lammens masih punya banyak ruang berkembang. Kami percaya dia bisa jadi aset besar klub,” ungkap salah satu sumber internal klub yang dikutip media Inggris.
Situasi Kiper MU Saat Ini
Sejak awal musim, kinerja Onana mendapat sorotan usai beberapa kali melakukan blunder krusial, sementara Bayindir belum mampu tampil konsisten. Situasi ini membuat lini pertahanan United kerap rapuh dan kehilangan banyak poin penting.
Kehadiran Lammens diharapkan bisa memberikan kompetisi sehat di bawah mistar, sekaligus meningkatkan kualitas skuad. Meski awalnya diproyeksikan sebagai pelapis, tak menutup kemungkinan ia bisa merebut posisi utama jika mampu menunjukkan performa solid.
Dengan strategi transfer ini, Manchester United mencoba menjaga keseimbangan antara kebutuhan mendesak dan perencanaan jangka panjang, tanpa mengorbankan stabilitas keuangan klub.
