Sidoarjo, Mata4.com — Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Pondok Pesantren Al Khoziny, Jakarta, ketika musala yang menjadi pusat aktivitas ibadah dan belajar para santri ambruk secara tiba-tiba pada Senin pagi (29/9). Peristiwa ini tidak hanya mengejutkan para penghuni pesantren dan warga sekitar, tetapi juga mengundang perhatian serius dari berbagai pihak, terutama Kementerian Agama (Kemenag), yang langsung bergerak cepat memberikan tanggapan dan bantuan.
Kronologi Insiden dan Kondisi Terkini
Musala Ponpes Al Khoziny runtuh sekitar pukul 08.00 WIB, saat sebagian besar santri sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan harian yang rutin dilaksanakan di tempat tersebut. Berdasarkan keterangan saksi mata, suara gemuruh yang keras terdengar tiba-tiba, diikuti oleh ambruknya atap dan dinding bangunan musala. Beruntung, karena kebetulan tidak ada kegiatan di dalam musala saat itu, tidak ada korban jiwa ataupun luka berat yang dilaporkan.
“Saya sedang di ruang belajar ketika mendengar suara besar dan ketika saya keluar, saya lihat atap musala sudah roboh. Alhamdulillah, tidak ada yang terluka,” ujar seorang santri yang enggan disebutkan namanya.
Namun, ambruknya musala tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada fasilitas ibadah dan ruang belajar, sehingga seluruh kegiatan yang biasanya dilakukan di musala harus dihentikan sementara waktu. Kejadian ini juga menimbulkan trauma psikologis bagi beberapa santri yang menyaksikan peristiwa tersebut secara langsung.
Respon Cepat dan Komprehensif dari Kementerian Agama
Kementerian Agama sebagai instansi yang membawahi pendidikan keagamaan segera menanggapi kejadian ini dengan serius. Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jakarta menyampaikan bahwa musala merupakan fasilitas vital dalam pondok pesantren, tempat para santri beribadah dan belajar, sehingga kerusakan musala akan sangat mempengaruhi kegiatan sehari-hari.
“Kami sangat prihatin dengan musibah ini dan menyadari pentingnya perbaikan secepatnya agar para santri dapat kembali beraktivitas dengan normal. Tim teknis kami sudah dikerahkan untuk melakukan survei, pendataan kerusakan, dan segera menyiapkan rencana rehabilitasi,” ujarnya.
Selain itu, Kemenag juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, dan sejumlah pihak untuk mengakselerasi proses bantuan dan pemulihan fasilitas musala. Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban pesantren dan mempercepat proses pembangunan kembali.
Koordinasi dengan Berbagai Pihak dan Rencana Tindak Lanjut
Untuk memastikan penanganan yang optimal, Kemenag melibatkan berbagai ahli dan stakeholder terkait, termasuk insinyur sipil dan konsultan bangunan, guna menilai penyebab kerusakan dan memberikan rekomendasi teknis untuk pembangunan musala yang lebih aman dan tahan lama.
“Kami tidak hanya fokus pada rehabilitasi cepat, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan keselamatan bangunan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tambah Kepala Kantor Wilayah Kemenag.
Langkah ini juga melibatkan penguatan regulasi dan standar bangunan di lingkungan pondok pesantren, dengan tujuan menjaga keselamatan dan kenyamanan para santri serta staf pengajar.
Dukungan dan Harapan dari Pengurus Pesantren dan Masyarakat
Pengurus Ponpes Al Khoziny menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap respons cepat dan dukungan penuh dari Kemenag dan pemerintah daerah. Mereka berharap proses rehabilitasi dapat berjalan lancar dan musala dapat segera digunakan kembali sebagai pusat ibadah dan belajar.
“Kami bersyukur tidak ada korban dalam insiden ini. Terima kasih atas perhatian dan dukungan dari Kemenag serta masyarakat luas. Kami berkomitmen untuk menjaga dan merawat fasilitas pesantren dengan lebih baik ke depannya,” ungkap Ketua Yayasan Ponpes Al Khoziny.
Masyarakat sekitar juga menunjukkan solidaritas dengan membantu pengurus pesantren dalam berbagai bentuk, mulai dari dukungan moral hingga donasi untuk percepatan perbaikan fasilitas.
Imbauan Kemenag dan Pentingnya Pemeliharaan Infrastruktur
Kemenag kembali mengingatkan seluruh pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya agar secara rutin melakukan inspeksi dan pemeliharaan bangunan. Hal ini untuk meminimalisir risiko kerusakan dan memastikan keselamatan para santri dan staf.
“Kami mengimbau agar pengurus pesantren melibatkan tenaga ahli dalam memeriksa kondisi fisik bangunan secara berkala dan melakukan perbaikan dini jika ditemukan kerusakan,” tegas Kemenag.
Pencegahan dan perawatan berkala sangat krusial dalam menjaga keberlangsungan proses pendidikan dan ibadah di lingkungan pesantren.
Komitmen Berkelanjutan untuk Pendidikan Keagamaan Berkualitas dan Aman
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak terkait akan urgensi meningkatkan standar keamanan infrastruktur pendidikan agama di Indonesia. Kemenag berkomitmen tidak hanya memperbaiki musala Ponpes Al Khoziny, tetapi juga memperkuat program-program pendukung untuk seluruh pondok pesantren agar dapat menyediakan lingkungan belajar dan beribadah yang aman, nyaman, dan kondusif.
“Kami bertekad untuk terus mendukung pesantren melalui berbagai program peningkatan fasilitas, pelatihan pengelolaan sarana, serta pendampingan teknis yang berkelanjutan,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jakarta.
Dengan dukungan yang tepat, diharapkan para santri dapat terus mengembangkan potensi akademik dan keagamaan mereka secara optimal demi masa depan yang lebih cerah.
Penutup
Musibah ambruknya musala Ponpes Al Khoziny telah menjadi perhatian nasional dan menggerakkan berbagai pihak untuk segera mengambil tindakan nyata. Kemenag dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menjalankan tanggung jawabnya dalam memberikan bantuan, memperbaiki fasilitas, serta meningkatkan keselamatan di lingkungan pondok pesantren.

