Jakarta, Mata4.com — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Muzani, menyampaikan apresiasi besar terhadap program Membangun Bangsa Gemilang (MBG) yang digagas oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Program ini dianggap sebagai terobosan penting yang berhasil membuka lapangan pekerjaan dan memberdayakan emak-emak di kampung-kampung di seluruh pelosok Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini minim akses ekonomi formal.
Pemberdayaan Emak-emak, Pilar Kesejahteraan Desa
Dalam kacamata Muzani, pemberdayaan perempuan khususnya emak-emak di desa bukan sekadar soal ekonomi, tetapi juga bagian penting dari pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. “Emak-emak di kampung selama ini seringkali kurang mendapat perhatian dalam program pembangunan, padahal mereka adalah ujung tombak ekonomi keluarga. Dengan MBG, mereka diberikan kesempatan untuk berkarya dan mandiri,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi pada Jumat (11/10/2025).
Lebih lanjut Muzani mengungkapkan, ketika emak-emak di kampung mendapatkan pekerjaan atau peluang usaha, maka dampaknya akan terasa luas, mulai dari peningkatan pendapatan keluarga, pendidikan anak, hingga kesehatan anggota keluarga. “Pemberdayaan perempuan adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa,” tegasnya.
MBG: Dari Konsep hingga Implementasi di Lapangan
Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah yang dirancang untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah pedesaan. Melalui program ini, pemerintah memberikan pelatihan keterampilan, pendampingan bisnis, serta akses permodalan bagi pelaku usaha, terutama emak-emak yang selama ini kesulitan mengakses modal dan pasar.
Menteri BUMN Erick Thohir dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa MBG bertujuan untuk menggerakkan ekonomi desa agar tidak hanya bergantung pada sektor pertanian semata, tetapi juga merambah ke sektor kerajinan tangan, kuliner, dan usaha lainnya yang berbasis kearifan lokal. “Kami ingin memberikan ruang bagi emak-emak di kampung untuk mengembangkan potensi usaha mereka dan dapat bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Erick Thohir.
Sejak diluncurkan pada awal tahun ini, MBG telah menjangkau ribuan emak-emak di berbagai provinsi, termasuk Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua. Melalui pelatihan keterampilan, seperti menjahit, mengolah makanan tradisional, hingga pemasaran digital, para peserta program mendapatkan bekal yang cukup untuk mengembangkan usaha mereka.
Cerita Inspiratif dari Emak-emak Pelaku Usaha
Salah satu peserta program MBG, Sari, seorang ibu rumah tangga dari Kabupaten Garut, Jawa Barat, membagikan pengalamannya mengikuti pelatihan dan mendapatkan modal usaha dari program ini. “Sebelum ikut MBG, saya hanya membuat kue-kue kecil untuk keluarga. Sekarang, setelah pelatihan dan dibantu modal, usaha kue saya bisa berkembang dan pesanan datang dari berbagai kota,” katanya penuh semangat.
Begitu pula dengan Murni, emak-emak dari Sulawesi Selatan yang berhasil mengembangkan kerajinan anyaman bambu menjadi produk bernilai jual tinggi. “Dengan bantuan pelatihan dan pemasaran dari MBG, hasil kerajinan kami sekarang bisa dijual secara online dan membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu lain di kampung,” ujarnya.
Kisah-kisah sukses seperti ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan emak-emak melalui program MBG mampu mengubah wajah ekonomi desa secara bertahap dan positif.
Tantangan yang Masih Harus Dihadapi
Meski banyak prestasi yang telah dicapai, program MBG juga menghadapi sejumlah tantangan yang perlu perhatian serius. Salah satu kendala utama yang dihadapi emak-emak adalah akses pemasaran produk yang masih terbatas, terutama untuk menjangkau pasar nasional dan internasional.
Selain itu, tingkat literasi keuangan dan manajemen usaha di kalangan emak-emak masih relatif rendah, sehingga diperlukan pendampingan yang berkelanjutan agar mereka mampu mengelola usaha dengan lebih profesional dan mandiri.
Muzani menegaskan, “Program MBG harus mendapat dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, swasta, dan lembaga masyarakat agar pemberdayaan emak-emak tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.”
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat: Kunci Keberhasilan
Menurut Muzani, keberhasilan program pemberdayaan emak-emak sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi antara berbagai pihak. Pemerintah pusat dan daerah perlu memastikan tersedianya infrastruktur pendukung, seperti akses internet untuk pemasaran digital dan fasilitas produksi yang memadai.
Selain itu, keterlibatan swasta dan organisasi masyarakat sipil dapat memperkuat ekosistem usaha mikro di desa. Hal ini mencakup penyediaan modal usaha, pelatihan tambahan, hingga pengembangan jaringan pemasaran yang lebih luas.
Partai Gerindra sendiri berkomitmen mendukung program-program pemberdayaan rakyat seperti MBG agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. “Kami yakin, pemberdayaan emak-emak di kampung bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal keadilan sosial dan pembangunan bangsa yang merata,” kata Muzani.
Pemberdayaan Perempuan dan Masa Depan Bangsa
Secara lebih luas, pemberdayaan perempuan menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional yang inklusif. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa perempuan memainkan peran signifikan dalam menjaga ekonomi keluarga, khususnya di pedesaan.
Ketika perempuan diberdayakan, dampaknya bukan hanya pada aspek ekonomi, tapi juga penguatan peran sosial, pendidikan, dan kesehatan. Dengan dukungan program seperti MBG, diharapkan semakin banyak emak-emak yang dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional.
Muzani menutup pernyataannya dengan keyakinan kuat bahwa “Investasi kita pada emak-emak hari ini adalah investasi bagi masa depan bangsa yang lebih sejahtera dan berkeadilan.”

