Kutai, Mata4.com — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) bersama Satuan Tugas Pengamanan Kawasan Hutan (Satgas PKH) memperkuat kolaborasi dalam upaya melindungi kawasan hutan dari aktivitas ilegal yang mengancam kelestarian lingkungan hidup. Langkah ini menjadi respons serius terhadap meningkatnya ancaman pembalakan liar, perambahan, dan aktivitas ilegal lainnya yang dapat merusak ekosistem hutan di wilayah tersebut.
Bupati Kutai Kartanegara menyampaikan bahwa pelestarian hutan menjadi prioritas utama pemerintah daerah sebagai bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat dan masa depan generasi mendatang. “Kawasan hutan bukan hanya berfungsi sebagai paru-paru dunia, tetapi juga sebagai sumber kehidupan, penyedia oksigen, pengatur iklim, serta tempat tinggal bagi berbagai flora dan fauna. Oleh karena itu, perlindungan kawasan hutan harus dilakukan secara serius, sinergis, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam pertemuan koordinasi bersama Satgas PKH.
Intensifikasi Pengamanan dan Pengawasan
Dalam upaya memperkuat pengawasan terhadap aktivitas ilegal di kawasan hutan, Pemkab Kukar dan Satgas PKH merancang sejumlah strategi operasional yang komprehensif. Salah satu langkah penting adalah meningkatkan patroli terpadu secara rutin di titik-titik rawan yang selama ini menjadi lokasi pembalakan liar dan perambahan hutan. Patroli tersebut melibatkan aparat gabungan dari kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta petugas dari Dinas Kehutanan.
Selain itu, teknologi juga dimanfaatkan secara optimal, seperti penggunaan drone dan sistem pemantauan berbasis satelit untuk memetakan kawasan hutan secara akurat dan mendeteksi dini potensi pelanggaran. Teknologi ini memungkinkan tim pengamanan melakukan tindakan cepat sebelum kerusakan yang lebih besar terjadi.
Satgas PKH juga menjalankan pendekatan edukasi kepada masyarakat sekitar kawasan hutan. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap aktivitas ilegal yang merusak lingkungan.
Peran Masyarakat dan Kolaborasi Multi-Pihak
Pemkab Kukar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak kawasan tersebut, serta melaporkan apabila menemukan indikasi pelanggaran. Kepala Dinas Kehutanan Kutai Kartanegara menegaskan bahwa keberhasilan perlindungan hutan sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. “Perlindungan kawasan hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga tanggung jawab kita semua. Masyarakat diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan hidup,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung, termasuk pelatihan bagi petugas pengamanan serta kampanye edukasi dan sosialisasi yang terus digencarkan untuk membangun kesadaran kolektif. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, masyarakat, dan pihak swasta diharapkan dapat menciptakan pengelolaan kawasan hutan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dampak Positif dari Perlindungan Hutan
Pelestarian kawasan hutan di Kutai Kartanegara membawa berbagai manfaat jangka panjang. Selain menjaga keanekaragaman hayati yang menjadi habitat berbagai spesies flora dan fauna, hutan juga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim dengan menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Kawasan hutan yang terjaga juga berfungsi sebagai sumber air bersih yang vital bagi kehidupan masyarakat serta menunjang sektor pertanian dan perkebunan.
Selain manfaat ekologis, hutan yang lestari dapat dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang berkelanjutan, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal tanpa merusak lingkungan. Upaya perlindungan ini juga mendukung program pemerintah dalam menjaga kelestarian sumber daya alam yang berkontribusi pada kesejahteraan nasional.
Komitmen Jangka Panjang
Dengan penguatan kolaborasi antara Pemkab Kukar dan Satgas PKH, diharapkan kawasan hutan di Kutai Kartanegara dapat terlindungi secara optimal dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi, menambah sumber daya, dan memanfaatkan teknologi agar pengelolaan hutan berjalan efektif dan efisien.
Kepala Dinas Kehutanan menambahkan, “Kami berkomitmen menjaga hutan sebagai warisan yang berharga bagi generasi mendatang. Kerja sama yang kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.”

