Jakarta, Mata4.com — Warga Kota Tanjungpinang digegerkan dengan penemuan sebuah benda mencurigakan yang diduga bom di kawasan pemukiman padat penduduk, tepatnya di Jalan WR Supratman, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, pada Kamis pagi (25/9). Penemuan ini memicu respons cepat dari aparat kepolisian yang langsung menutup area sekitar dan memasang garis polisi guna mengamankan lokasi serta menjaga keselamatan masyarakat.
Kronologi Penemuan
Menurut keterangan dari warga setempat, penemuan benda tersebut bermula ketika seorang warga bernama Budi (nama samaran) tengah membersihkan pekarangan rumahnya sekitar pukul 08.30 WIB. Ia melihat sebuah bungkusan plastik warna hitam yang terselip di tumpukan sampah dekat pohon mangga di depan rumahnya.
“Saya awalnya pikir itu sampah biasa, tapi saat saya lihat lebih dekat, ternyata ada kabel-kabel kecil dan semacam tabung di dalamnya. Saya langsung merasa khawatir dan segera menghubungi RT dan kepolisian,” ungkap Budi.
Setelah menerima laporan, ketua RT bersama aparat kepolisian datang ke lokasi dan memutuskan untuk melakukan sterilisasi area serta menghubungi Tim Penjinak Bom dari Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri).
Penanganan oleh Aparat Keamanan
Kapolres Tanjungpinang, AKBP Andri Kurniawan, memastikan bahwa Tim Gegana Satbrimobda Polda Kepri langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mengidentifikasi jenis benda yang ditemukan.
“Kami telah memasang garis polisi dengan radius aman sekitar 100 meter dan mengevakuasi warga di sekitarnya. Tim penjinak bom sedang bekerja dengan sangat hati-hati untuk memastikan kondisi benda tersebut,” kata AKBP Andri saat memberikan keterangan pers di lokasi kejadian.
Ia menambahkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah benda tersebut bom aktif, replika, atau benda lain yang menyerupai bahan peledak.
Evakuasi dan Kondisi Warga Sekitar
Penemuan benda mencurigakan ini menyebabkan kepanikan di kalangan warga sekitar. Sebagian warga yang tinggal dalam radius pengamanan dipindahkan sementara ke tempat yang lebih aman, termasuk tetangga dan fasilitas umum terdekat seperti balai kelurahan dan masjid.
Siti Nurjanah (45), seorang warga yang tinggal sekitar 50 meter dari lokasi kejadian, mengungkapkan perasaan takut dan khawatirnya.
“Saya takut sekali, apalagi anak-anak saya sedang bermain di halaman. Kami langsung diminta menjauh oleh polisi, dan kami menunggu dengan tegang di balai kelurahan,” ujarnya.
Kepala Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Muhammad Rizal, juga turun ke lokasi untuk membantu koordinasi evakuasi dan memberikan dukungan kepada warga yang terdampak.
“Kami bekerjasama dengan aparat kepolisian dan dinas sosial untuk memastikan warga mendapat bantuan dan informasi yang memadai. Keselamatan warga adalah prioritas kami,” ujar Rizal.
Imbauan dan Respons dari Pihak Kepolisian
Kapolres Andri Kurniawan menegaskan bahwa pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mohon masyarakat tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya agar tidak menimbulkan kepanikan. Segala bentuk informasi resmi akan kami sampaikan secara transparan melalui kanal-kanal komunikasi kami,” ujarnya.
Polisi juga mengajak masyarakat agar aktif melaporkan jika menemukan benda atau aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan lingkungan.
Konteks Keamanan di Tanjungpinang dan Upaya Pencegahan
Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau merupakan kota yang relatif aman, namun tetap menjadi perhatian aparat keamanan terkait potensi ancaman terorisme dan kejahatan lainnya.
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Hendra Wijaya, kepolisian terus meningkatkan patroli dan pengawasan, terutama di kawasan strategis dan permukiman padat.
“Pencegahan menjadi fokus utama kami. Penemuan benda seperti ini mengingatkan kita semua akan pentingnya kewaspadaan dan kerja sama antara masyarakat dan aparat,” kata Kombes Hendra.
Selain itu, aparat juga rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara mengenali dan melaporkan benda mencurigakan, serta tindakan yang harus dilakukan dalam situasi darurat.
Potensi Ancaman dan Bahaya Bahan Peledak
Benda mencurigakan yang diduga bom selalu menjadi perhatian serius karena potensi bahayanya yang sangat besar bagi keselamatan jiwa dan harta benda.
Ahli bahan peledak dari Tim Gegana, Ipda Rudi Hartono, menjelaskan bahwa bom bisa terdiri dari berbagai jenis bahan peledak dan mekanisme pemicu yang beragam.
“Kami selalu menerapkan protokol keamanan yang ketat dan menggunakan peralatan khusus saat melakukan identifikasi dan penjinakan bom untuk mencegah risiko ledakan,” kata Ipda Rudi.
Menurutnya, pemeriksaan menyeluruh sangat diperlukan untuk memastikan apakah benda tersebut aktif atau sekadar replika yang tidak membahayakan.
Harapan dan Pesan untuk Masyarakat
Penemuan benda mencurigakan ini menjadi peringatan bagi seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Kerja sama antara warga dan aparat keamanan adalah kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya dalam menghadapi potensi ancaman yang sulit diprediksi.
AKBP Andri mengajak masyarakat untuk terus waspada dan berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Jangan ragu melaporkan kepada aparat jika melihat sesuatu yang mencurigakan,” ujarnya.

