Bekasi, Mata4.com — Suasana Bekasi Hypermall pada Jumat (5/12/2025) menjadi saksi cerita lain dari dunia perhotelan Kota Bekasi. Di tengah ramainya aktivitas masyarakat, Ketua PHRI Kota Bekasi Yogi Kurniawan berbagi kabar bahwa industri hotel sepanjang 2025 sedang menghadapi masa yang tidak mudah.
Menurut Yogi, tingkat okupansi hotel menurun cukup tajam. Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah dan larangan penggunaan hotel untuk kegiatan dinas membuat banyak acara yang biasanya menghidupkan ruang-ruang pertemuan—seperti wisuda sekolah, kegiatan organisasi, hingga agenda pemerintahan—harus dibatalkan. Pendapatan hotel dan restoran pun ikut tergerus hingga 30–35 persen.
“Banyak pesanan kegiatan terpaksa dibatalkan. Setelah kami evaluasi, dampaknya sangat terasa bagi pelaku industri,” tuturnya.
Di Tengah Tantangan, Kolaborasi Tetap Berjalan
Meski begitu, Yogi melihat ada sisi cerah di balik tekanan tersebut. Sepanjang 2025, lebih dari 300 kerja sama telah terjalin antara hotel dan pelaku UMKM Kota Bekasi. Kerja sama ini tidak hanya menguntungkan kedua pihak, tetapi juga menjadi langkah nyata memperkuat ekonomi lokal.
Kolaborasi PHRI dengan DPMPTSP Kota Bekasi dalam promosi wisata dan UMKM juga membuat Kota Bekasi masuk daftar penerima Innovation Government Award 2025, sebuah pengakuan yang semakin menambah optimisme.
Semangat Bertahan Pelaku Industri
Berbagai kebijakan pembatasan sejak awal tahun memang membuat pergerakan industri pariwisata melambat. Namun, Yogi menyebut semangat pelaku usaha tetap besar. Dukungan dari pemerintah daerah, UMKM, hingga media menjadi energi untuk bertahan.
“Dengan semangat juang, Alhamdulillah PHRI tetap bisa menjaga target organisasi dan merawat hubungan dengan para stakeholder,” katanya.
PHRI Kota Bekasi pun menerima sejumlah apresiasi dari Pemkot Bekasi atas upaya kolaboratif yang terus digencarkan.
Tanda Pemulihan Mulai Terlihat
Di tengah naik turunnya situasi, Yogi membawa kabar baik. Dalam dua bulan terakhir, tingkat okupansi mulai merangkak naik ke angka 60–70 persen. Ia berharap tren pemulihan ini berlanjut hingga akhir tahun dan memberi angin segar di 2026.
Harapan untuk Tahun Depan
Menutup perbincangan, Yogi menyampaikan satu pesan: pentingnya ruang komunikasi antara pemerintah dan pelaku industri. Ia berharap kebijakan yang dirasa membatasi dapat dievaluasi bersama.
“Kami berharap kebijakan yang menghambat pemasukan bisa sedikit dilonggarkan. Jika industri tumbuh, kontribusi ke PAD Kota Bekasi juga akan semakin besar,” ujarnya.
PHRI, lanjutnya, tetap membuka pintu bagi program kolaborasi apa pun demi memajukan pariwisata dan ekonomi Kota Bekasi.

