Ciamis, Mata4.com – Polres Ciamis berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan beras dengan modus mengatasnamakan program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelaku beroperasi dengan cara berpura-pura membeli beras untuk keperluan dapur MBG agar korban percaya dan menyerahkan beras dalam jumlah besar. Kejadian ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi bagi korban, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap program sosial pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu.
Latar Belakang Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu inisiatif pemerintah daerah untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan. Program ini menyediakan makanan bergizi secara gratis yang disiapkan melalui dapur umum di berbagai wilayah. MBG bertujuan mengatasi masalah malnutrisi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Namun, keberhasilan program ini juga menjadi target empuk bagi oknum yang ingin memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadi dengan cara curang, seperti yang terjadi di Kabupaten Ciamis baru-baru ini.
Kronologi Penipuan
Kasus bermula ketika pelaku menghubungi korban yang merupakan salah satu penjual beras di wilayah Ciamis. Pelaku mengaku sebagai perwakilan dari program MBG dan menyampaikan kebutuhan beras dalam jumlah besar untuk dapur MBG. Untuk meyakinkan korban, pelaku bahkan menyewa sebuah rumah kontrakan yang terletak tidak jauh dari lokasi dapur MBG.
Setelah beras tersebut diantar dan diturunkan di kontrakan yang sudah disewa, pelaku mengajak korban untuk mengambil pembayaran di sebuah ATM. Namun, di tengah perjalanan, pelaku meninggalkan korban begitu saja dan kembali ke kontrakan. Saat korban kembali, beras yang telah diserahkan sudah tidak ada karena telah dibawa kabur oleh pelaku menggunakan kendaraan lain.
Penyelidikan dan Penangkapan
Polres Ciamis segera melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari korban. Berkat kerja keras tim penyidik, mereka berhasil mengidentifikasi dan menangkap salah satu pelaku yang berperan sebagai eksekutor dalam aksi penipuan tersebut. Polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, seperti kendaraan yang digunakan pelaku untuk mengangkut beras hasil penipuan.
Sementara itu, pelaku lain yang diduga sebagai otak di balik aksi tersebut saat ini masih menjadi buronan polisi dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Modus Operandi dan Taktik Pelaku
Pelaku menggunakan pendekatan psikologis dengan mengatasnamakan program pemerintah yang memang berjalan di masyarakat, sehingga lebih mudah dipercaya oleh korban. Dengan menyewa kontrakan di lokasi strategis, pelaku menciptakan kesan bahwa dirinya adalah bagian dari program MBG resmi.
Dalam perjalanan, pelaku memanfaatkan kesempatan untuk meninggalkan korban setelah beras diserahkan, sehingga korban tidak dapat melakukan konfirmasi pembayaran secara langsung dan pelaku bebas melarikan diri dengan barang curian.
Dampak Kasus Penipuan
Selain kerugian materiil berupa beras senilai ratusan kilogram yang dibawa kabur, kasus ini berpotensi menimbulkan dampak psikologis dan sosial. Masyarakat menjadi was-was dan kehilangan kepercayaan terhadap program sosial pemerintah, yang dapat menghambat pelaksanaan program-program serupa di masa depan.
Pelaku juga dapat dikenakan pasal penipuan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, yakni Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
Imbauan Kepolisian dan Upaya Pencegahan
Kapolres Ciamis mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan program pemerintah, terutama dalam transaksi yang melibatkan barang dalam jumlah besar.
Kapolres juga menegaskan pentingnya melakukan verifikasi identitas dan bukti resmi sebelum menyerahkan barang atau melakukan transaksi. “Kami mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang tidak jelas identitasnya. Jika ada yang mencurigakan, segera laporkan ke kepolisian untuk ditindaklanjuti,” ujar Kapolres.
Pihak kepolisian juga berjanji akan terus mengusut tuntas kasus ini serta mengembangkan penyelidikan untuk menangkap pelaku lain yang masih buron.
Peran Masyarakat dan Pemerintah
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah agar terus meningkatkan pengawasan terhadap program sosial. Transparansi dalam pelaksanaan program MBG harus dijaga agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Masyarakat diharapkan berperan aktif dalam mengawal pelaksanaan program dengan melaporkan segala bentuk kecurangan atau penyimpangan yang ditemui.
Penutup
Kasus penipuan beras dengan modus pembelian untuk program MBG yang berhasil diungkap Polres Ciamis ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dan kerja sama antara masyarakat, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah. Dengan pengawasan yang ketat dan penegakan hukum yang tegas, diharapkan kasus serupa dapat diminimalisir dan program sosial pemerintah dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

