Bekasi, Mata4.com – Sorotan terhadap kinerja Pemerintah Kota Bekasi kembali mencuat. Memasuki satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, sejumlah kalangan legislatif mulai menyampaikan evaluasi, khususnya terkait isu pengangguran dan pemberdayaan pemuda.
Anggota DPRD Kota Bekasi, Tanti Herawati, menilai perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan kepemudaan masih belum optimal. Ia menyebut, hingga saat ini belum terlihat program yang benar-benar fokus, terukur, dan berdampak luas dalam meningkatkan kapasitas serta kemandirian generasi muda.
“Pemuda adalah kekuatan utama pembangunan kota. Namun kami melihat belum ada terobosan signifikan yang secara serius membuka ruang produktif, pelatihan kerja, maupun dukungan nyata bagi pemuda untuk berkembang dan mandiri,” ujar Tanti dalam keterangannya.
Menurutnya, Kota Bekasi sebagai salah satu daerah penyangga ibu kota dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, seharusnya mampu menghadirkan kebijakan strategis yang mendorong kreativitas dan daya saing pemuda. Program pelatihan kerja, inkubasi wirausaha muda, hingga kolaborasi dengan sektor industri dinilai perlu diperkuat agar tidak sebatas seremoni.
Tak hanya soal kepemudaan, Tanti juga menyoroti masih tingginya angka pengangguran yang menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemerintah Kota Bekasi. Ia menilai persoalan ini membutuhkan langkah konkret, terstruktur, dan berkelanjutan agar tidak semakin menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
“Jangan sampai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kota Bekasi semakin menurun. Apalagi saat masa kampanye Pilkada lalu disampaikan visi ‘Nyaman Kotanya, Sejahtera Warganya’. Masyarakat tentu menunggu realisasi nyata dari komitmen tersebut,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah harus lebih proaktif dalam menciptakan lapangan kerja baru, memperluas akses pelatihan tenaga kerja berbasis kebutuhan industri, serta memastikan generasi muda memiliki akses yang adil terhadap peluang ekonomi. Sinergi dengan dunia usaha dan sektor swasta juga dinilai menjadi kunci dalam menekan angka pengangguran.
Sebagai wakil rakyat, Tanti menegaskan DPRD siap mengambil peran kolaboratif dalam merumuskan solusi yang lebih terarah. Ia mendorong adanya forum bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, komunitas, serta organisasi kepemudaan guna menyusun peta jalan pemberdayaan pemuda yang jelas dan terukur.
“Kami di DPRD siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan organisasi kepemudaan untuk merumuskan solusi yang lebih terarah dan berkelanjutan. Dengan sinergi yang kuat, kami yakin persoalan pengangguran dan pemberdayaan pemuda di Kota Bekasi dapat ditangani secara lebih efektif demi masa depan generasi muda yang lebih sejahtera,” tutupnya.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa tantangan pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia. Di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat, keberpihakan pada pemuda dan upaya serius menekan pengangguran akan menjadi tolok ukur keberhasilan kepemimpinan di Kota Bekasi ke depan.
