Jakarta, Mata4.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan bertolak ke Australia pada Senin, 11 November 2025, untuk melakukan kunjungan resmi yang difokuskan pada penguatan kerja sama ekonomi bilateral. Kunjungan ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono, yang menekankan pentingnya koordinasi kedua negara dalam berbagai bidang strategis.
“Kunjungan Presiden Prabowo ke Australia akan membahas penguatan kerja sama ekonomi, investasi, perdagangan, dan ketahanan pangan. Hal ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan bilateral,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangan pers, Minggu (10/11).
Fokus Utama Kunjungan
Kunjungan Presiden Prabowo ke Australia memiliki beberapa agenda utama yang dianggap strategis:
- Investasi dan Perdagangan Bilateral
Pemerintah menekankan pentingnya meningkatkan investasi dari Australia ke Indonesia, khususnya di sektor industri strategis, infrastruktur, dan energi. Selain itu, kunjungan ini diharapkan membuka peluang bagi ekspor Indonesia ke pasar Australia. - Ketahanan Pangan dan Pertanian
Mengingat kedua negara memiliki kepentingan strategis dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di kawasan Asia-Pasifik, pembahasan ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama. - Kerja Sama Teknologi dan Inovasi
Dalam era digital, kolaborasi di bidang teknologi, energi terbarukan, dan inovasi ekonomi menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing kedua negara. - Hubungan Diplomatik dan Keamanan Regional
Kunjungan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama keamanan, guna menjaga stabilitas kawasan di tengah dinamika geopolitik global.
Dampak Bagi Dunia Usaha dan Ekonomi
Para pelaku usaha menyambut positif kunjungan ini karena dianggap memberikan sinyal kuat bagi investor. Dengan penguatan kerja sama ekonomi, dunia usaha dapat menjalin kolaborasi strategis, memperluas jaringan perdagangan, dan meningkatkan peluang investasi di Indonesia.
“Kunjungan Presiden Prabowo menjadi momentum penting untuk membuka peluang baru bagi investor Australia. Ini juga memberi kepastian bagi pelaku usaha bahwa Indonesia tetap stabil dan menarik untuk investasi,” kata Rina Maulida, analis ekonomi dari Institute for Economic Policy Studies.
Selain itu, kunjungan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi regional, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas proyek infrastruktur serta inovasi teknologi di kedua negara.
Signifikansi Hubungan Indonesia–Australia
Hubungan bilateral Indonesia dan Australia telah terjalin selama puluhan tahun, mencakup perdagangan, pendidikan, keamanan, dan kerja sama sosial-budaya. Kunjungan Presiden Prabowo menjadi momen strategis untuk menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat kemitraan jangka panjang, khususnya di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.
Pemerintah menekankan bahwa kunjungan ini juga merupakan bagian dari diplomasi ekonomi aktif, untuk memastikan Indonesia tetap menjadi mitra strategis yang kompetitif dan menarik bagi investor internasional.
Agenda Kunjungan dan Pertemuan Resmi
Selama kunjungan, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Australia, termasuk Perdana Menteri, Menteri Keuangan, dan Menteri Perdagangan. Selain pertemuan bilateral, Presiden juga akan mengikuti dialog bisnis dengan pelaku usaha dan investor, membahas peluang ekspor, investasi infrastruktur, dan kolaborasi teknologi.
Pemerintah berharap hasil kunjungan ini dapat menjadi landasan kerja sama ekonomi jangka panjang, yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara melalui penciptaan lapangan kerja, proyek investasi, dan inovasi teknologi.
Reaksi Publik dan Ekspektasi
Kunjungan ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, pengusaha, dan analis ekonomi. Banyak pihak menilai langkah ini sebagai upaya strategis Indonesia untuk memperkuat posisi ekonomi di kawasan Asia-Pasifik dan memperluas jaringan diplomasi ekonomi.
“Kerja sama bilateral yang lebih kuat dengan Australia tidak hanya akan mendukung investasi dan perdagangan, tetapi juga memperkuat stabilitas regional dan pembangunan ekonomi berkelanjutan,” kata Dr. Andi Wijaya, pakar ekonomi internasional.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Australia menjadi salah satu langkah nyata Indonesia dalam mengoptimalkan hubungan bilateral, mendorong investasi, dan memperkuat kerja sama ekonomi strategis di kawasan Asia-Pasifik.

