Jakarta, Mata4.com – Rencana Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) untuk menggelar rapat pleno tandingan di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (11/12/2025), batal terlaksana. Rapat tersebut tidak dapat diteruskan karena Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, beserta jajarannya tidak hadir.
“Karena pada kesempatan hari ini Rais Aam tidak hadir bersama-sama dengan kita, maka tidak mungkin untuk meneruskan forum ini sebagai rapat pleno,” ujar Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU.
Menurut Gus Yahya, undangan rapat pleno telah dikirim satu minggu sebelumnya kepada 216 anggota pleno yang berasal dari unsur Mustasyar, Harian Syuriyah, A’wan, Tanfidziyah, lembaga, dan badan otonom PBNU. Namun, hanya 78 anggota yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa ketidakhadiran Rais Aam membuat syarat formal rapat pleno tidak terpenuhi sehingga forum diputuskan berubah menjadi rapat koordinasi. Fokus utama rapat koordinasi ini adalah membahas penanggulangan bencana dan dampak bencana alam yang tengah terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

“Kesepakatan dari forum adalah merubah status pertemuan ini menjadi Rapat Koordinasi dengan fokus utama pada masalah penanggulangan bencana,” ujar Gus Yahya.
Rapat berlangsung tertutup untuk media, dimulai pukul 13.45 WIB hingga selesai sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan surat undangan Nomor 4803/PB.01/A.I.01.01/99/12/2025, agenda awal rapat pleno mencakup evaluasi program, konsolidasi organisasi, dan penanggulangan bencana.
Gus Yahya juga menyebut bahwa Zulfa Mustofa, yang oleh sebagian pihak disebut sebagai Pj Ketua Umum PBNU, turut diundang namun bukan dalam kapasitas tersebut. Ia menegaskan bahwa pergantian Ketua Umum PBNU hanya dapat dilakukan melalui forum Muktamar.
“Besok kami undang kok,” ujar Gus Yahya sehari sebelumnya, Rabu (10/12/2025), usai audiensi dengan Komite Percepatan Reformasi Polri di Gedung Setneg.
Batalnya rapat pleno ini kembali menunjukkan dinamika internal PBNU jelang agenda-agenda penting organisasi, termasuk evaluasi program dan konsolidasi struktural.
