Bekasi, Mata4.com – Identitas lansia yang sempat ditemukan dalam kondisi tidak berdaya di samping Tempat Pembuangan Sementara (TPS) kawasan Bintara akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Sumarni (65), warga Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Saat ini, Sumarni tengah menjalani perawatan intensif di RSUD CAM Kota Bekasi dan telah dipindahkan ke ruang rawat inap. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi korban masih dalam keadaan lemah dan belum dapat diajak berkomunikasi.
Sebelumnya, Sumarni ditemukan oleh petugas kebersihan di TPS Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, pada Senin (23/3) pagi dalam kondisi tergeletak dan mengalami luka lecet.
Informasi mengenai identitas korban mulai terungkap setelah pihak keluarga mengetahui kabar penemuan tersebut. Anak angkat korban, Amie, menyampaikan bahwa terakhir kali dirinya bertemu dengan Sumarni adalah pada malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Namun, berdasarkan keterangan warga, korban masih sempat terlihat berada di rumah pada pagi hari Lebaran pertama sebelum akhirnya tidak diketahui keberadaannya.
“Memang sebelumnya sering keluar rumah, tapi tidak pernah sejauh ini,” ujar Amie saat dikonfirmasi.
Keterangan serupa juga disampaikan Ketua RT 04 RW 25 Kelurahan Kayuringin Jaya, Yunus. Ia menyebut bahwa dalam beberapa hari terakhir sebelum ditemukan, kondisi korban mengalami perubahan perilaku.
“Beberapa hari terakhir kondisinya berubah. Sebelumnya normal, tapi belakangan sering keluar rumah tanpa pengawasan,” kata Yunus, Selasa (24/3).
Menurutnya, warga sekitar sebenarnya telah berupaya mengingatkan agar korban tidak bepergian sendiri. Selain itu, sempat ada laporan warga terkait seorang lelaki paruh baya berinisial JN yang diketahui pernah tinggal di rumah korban. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti hubungan maupun perannya.
Di sisi lain, diketahui bahwa Sumarni belum terdaftar sebagai penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Pihak RT berencana mengusulkan pendataan agar korban dapat memperoleh pendampingan yang lebih optimal.
Dalam proses penanganan, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dari Kelurahan Kayuringin Jaya bersama PSM Kranji turut membantu pengurusan administrasi korban, termasuk akses layanan kesehatan melalui skema BPJS PBI.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga, mengingat korban ditemukan dalam kondisi tidak berdaya di area TPS yang cukup jauh dari tempat tinggalnya. Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap lansia, terutama yang memiliki keterbatasan kondisi fisik maupun memerlukan pendampingan.
Hingga saat ini, Sumarni masih menjalani perawatan di RSUD CAM Kota Bekasi dan diharapkan kondisinya segera membaik.
