Jakarta, Mata4.com – Militer Israel kembali menunjukkan agresivitasnya, kali ini menyasar wilayah Tepi Barat. Dalam serangan terbaru yang dilaporkan pada Senin (29/9/2025) pagi waktu setempat, militer Israel membombardir sebuah restoran di Kota Al Ram, menandai peningkatan tensi operasi di luar Jalur Gaza.
Kantor berita resmi Palestina, WAFA, melaporkan bahwa serangan udara menghantam area restoran Fattoush, menghancurkan area parkir serta menyebabkan kerusakan signifikan pada sebagian struktur bangunan. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun luka-luka.
Serangan Lain di Tepi Barat
Selain serangan di Al Ram, Al Jazeera melaporkan bahwa militer Israel melancarkan operasi di sejumlah wilayah lain di Tepi Barat. Beberapa insiden yang tercatat antara lain:
- Pelemparan lima granat kejut ke Kota Ad Dhahiriya, dekat Hebron.
- Seorang pemuda dilaporkan dipukuli secara brutal di Kota Idhna.
- Pemuda lain ditangkap di kamp pengungsian Askar, dekat Nablus.

Serangkaian serangan ini menegaskan upaya Israel untuk mengamankan dan mengontrol wilayah Tepi Barat, di tengah fokus operasi besar-besaran mereka di Jalur Gaza.
Operasi Darat di Gaza
Serangan di Tepi Barat ini terjadi bersamaan dengan operasi darat besar-besaran Israel di Jalur Gaza, dengan tujuan utama merebut Gaza City. Kesaksian warga Palestina yang bertahan di Gaza City menyebut bahwa militer Israel berupaya menghancurkan segala infrastruktur vital, mulai dari tangki air hingga panel surya, yang bertujuan melumpuhkan kehidupan sipil.
Langkah ini memicu kekhawatiran internasional terkait eskalasi konflik, terutama dampaknya terhadap warga sipil yang berada di jalur konflik.
Tensi Konflik yang Meningkat
Serangan-serangan terbaru di Tepi Barat menambah daftar panjang ketegangan antara Israel dan Palestina. Para pengamat menilai bahwa eskalasi ini dapat memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah tersebut, sekaligus memunculkan tekanan internasional bagi kedua belah pihak untuk menahan diri dan mencari solusi damai.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi di Tepi Barat dan Gaza, dengan fokus pada perlindungan warga sipil dan pemulihan kondisi keamanan yang stabil.
