Jakarta, Mata4com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya angkat bicara setelah kediamannya di Jakarta dijarah oleh pihak tak bertanggung jawab pada Minggu dini hari (31/8/2025). Melalui akun Instagram resminya, ia menyampaikan sejumlah pesan penting terkait kejadian tersebut.
Sri Mulyani menegaskan bahwa peristiwa ini bukan hanya soal dirinya sebagai pejabat, tetapi juga tentang menjaga nilai persatuan dan keselamatan bangsa di tengah dinamika sosial-politik yang memanas.
Berikut lima poin utama pesan Sri Mulyani:
1. Meminta Maaf kepada Publik
Sri Mulyani menyampaikan permohonan maaf atas kericuhan yang berujung penjarahan rumahnya. Ia menilai kejadian ini mencerminkan suasana kebatinan masyarakat yang sedang penuh kegelisahan.
2. Mengajak Masyarakat Menahan Diri
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu maupun tindakan anarkis. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara damai.

3. Menegaskan Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat
Sri Mulyani menekankan bahwa pemerintah tetap mendengar suara rakyat. Ia menyebut mekanisme demokrasi sudah tersedia, sehingga penyampaian aspirasi hendaknya melalui jalur yang konstitusional.
4. Menyerahkan Penyelidikan kepada Aparat
Ia mendukung langkah kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku penjarahan. Sri Mulyani meminta agar proses hukum berjalan transparan dan adil, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan baru di masyarakat.
5. Mengajak Menjaga Indonesia Bersama
Dalam pesannya, Sri Mulyani mengajak seluruh masyarakat untuk kembali mengutamakan persatuan. Ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia pernah melewati krisis lebih berat, dan hanya bisa bangkit jika semua pihak bersatu.
Unggahan Sri Mulyani mendapat beragam tanggapan dari warganet. Sebagian besar menyampaikan simpati, sementara lainnya menegaskan pentingnya pemerintah merespons tuntutan rakyat secara konkret.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik, mengingat Sri Mulyani dikenal sebagai sosok yang cukup dihormati baik di dalam maupun luar negeri. Banyak pihak berharap kejadian tersebut dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
