Jakarta, Mata4.com — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi menghadirkan Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) sebagai upaya konkret mempercepat pengembangan dan adopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Tanah Air. Pusat keunggulan ini menjadi bagian dari strategi transformasi digital Telkom yang selaras dengan visi Indonesia menjadi negara berbasis ekonomi digital.
AI CoE tidak hanya hadir sebagai pusat riset teknologi, namun juga sebagai penggerak lahirnya ekosistem inovasi yang menghubungkan akademisi, industri, startup, dan pemerintah dalam satu platform kolaboratif.
Peluncuran inisiatif ini sekaligus mempertegas peran Telkom sebagai pemimpin digital di Indonesia yang berkomitmen tidak hanya sebagai penyedia layanan konektivitas, tetapi juga pelopor solusi digital masa depan.
Empat Pilar Utama Telkom AI CoE: Fondasi Inovasi Berkelanjutan
Dalam keterangannya kepada media, pihak Telkom menjelaskan bahwa AI Center of Excellence dibangun di atas empat pilar strategis yang menjadi tulang punggung keberhasilan program ini:
1. Riset dan Inovasi Teknologi AI
Pilar pertama mencakup kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) yang fokus pada solusi AI berbasis kebutuhan lokal. Telkom membentuk tim riset yang bekerja pada beragam topik strategis seperti natural language processing (NLP) Bahasa Indonesia, computer vision untuk kebutuhan transportasi dan keamanan, serta AI berbasis big data untuk sektor layanan publik.
Penelitian ini juga diarahkan pada penerapan AI untuk masalah-masalah konkret masyarakat, seperti sistem prediksi banjir, deteksi hoaks, dan manajemen layanan pelanggan berbasis AI.
2. Pengembangan Talenta Digital dan Literasi AI
Kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang melek teknologi menjadi perhatian utama. AI CoE juga menjadi pusat pelatihan dan pengembangan kompetensi di bidang AI, baik bagi internal TelkomGroup maupun masyarakat umum.
Telkom bekerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan vokasi untuk menyelenggarakan program sertifikasi, pelatihan, hingga bootcamp AI yang mencetak talenta siap kerja. Dengan demikian, AI CoE turut mendukung kemandirian digital nasional melalui penciptaan talenta AI lokal yang kompetitif secara global.
3. Kemitraan Strategis dan Penguatan Ekosistem
Telkom menyadari bahwa inovasi tidak bisa berdiri sendiri. Oleh karena itu, AI CoE dibentuk sebagai platform kolaborasi terbuka, menjalin kemitraan dengan startup, institusi pendidikan, kementerian/lembaga, dan pelaku industri lain untuk memperkuat adopsi AI secara merata.
Melalui kolaborasi ini, Telkom berharap lahir inovasi bersama yang aplikatif dan dapat langsung dimanfaatkan oleh berbagai sektor, mulai dari UMKM, layanan publik, hingga industri manufaktur.
4. Implementasi Teknologi AI dalam Skala Nyata
Tidak hanya berhenti di pengembangan, Telkom juga memastikan hasil riset dan teknologi yang dikembangkan benar-benar dapat diimplementasikan dalam skala besar.
Beberapa solusi AI yang sudah diterapkan antara lain: chatbot layanan pelanggan berbasis NLP, sistem prediksi jaringan untuk mencegah gangguan layanan, serta dashboard berbasis AI untuk analisis bisnis dan operasional. Dengan pendekatan ini, Telkom ingin menunjukkan bahwa AI bukan sekadar konsep futuristik, melainkan solusi nyata yang berdampak langsung.
Dukungan terhadap Agenda Digital Nasional
Keberadaan Telkom AI CoE juga sejalan dengan target pemerintah Indonesia dalam mewujudkan transformasi digital nasional, sebagaimana tertuang dalam Peta Jalan Indonesia Digital 2025 dan inisiatif Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2045.
Pemerintah menempatkan kecerdasan buatan sebagai teknologi kunci untuk meningkatkan efisiensi layanan publik, mempercepat pemerataan pendidikan dan kesehatan, serta menciptakan sistem tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam peluncuran AI CoE, Direktur Digital Business Telkom Indonesia, Rina Wulandari, menyampaikan bahwa Telkom ingin mengambil peran aktif dalam mempercepat adopsi teknologi AI agar tidak hanya menjadi konsumsi elite, tapi juga bisa diakses oleh pelaku ekonomi kecil dan menengah.
“Kami percaya bahwa teknologi AI harus membumi. Kami ingin menghadirkan teknologi ini tidak hanya di ruang laboratorium, tapi di dunia nyata, di tangan masyarakat, pelaku UMKM, hingga pemerintahan daerah,” tegas Rina.
Respon Positif dari Kalangan Akademik dan Pengamat Teknologi
Langkah Telkom membangun AI CoE mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Heru Sutadi, Direktur Eksekutif ICT Institute, menilai langkah Telkom ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat ekosistem AI nasional yang selama ini masih terfragmentasi.
“AI Center of Excellence dari Telkom ini bisa menjadi katalisator nasional. Karena yang dibutuhkan bukan hanya teknologi, tapi juga ekosistem dan arah strategis yang jelas. Jika ini berhasil, Indonesia bisa menjadi salah satu pemain AI terbesar di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.
Sementara itu, dosen teknologi informasi dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Dita Andriani, menilai Telkom memiliki posisi unik karena bisa menjembatani antara kebutuhan praktis industri dan pengembangan keilmuan di kampus.
“Kolaborasi antara dunia industri dan akademik harus diperkuat. AI CoE Telkom bisa menjadi ruang temu antara dua dunia itu,” katanya.
Penutup
Telkom AI Center of Excellence menjadi langkah konkret dan strategis dalam menjawab tantangan masa depan digital Indonesia. Dengan fondasi empat pilar utama—riset, talenta, ekosistem, dan implementasi—Telkom menempatkan diri sebagai penggerak utama inovasi kecerdasan buatan nasional.
Melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, AI CoE tidak hanya mempercepat adopsi teknologi AI di Indonesia, tetapi juga menjadi jembatan menuju Indonesia yang lebih cerdas, inklusif, dan berdaya saing global.

