Jakarta, Mata4.com – Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan alasan penghentian kajian AQS (Al-Qur’an Sunnah Solution) yang dulu rutin digelar setiap Kamis malam di Masjid Al-Ihsan, Perumahan PTM VJS Galaxy, Bekasi.
Dalam kajian terbaru di Masjid Annur Tanah Kusir, Jakarta Selatan, UAH menjawab pertanyaan seorang jamaah terkait kelanjutan AQS melalui kanal YouTube resminya, Ustadz Adi Hidayat Official.
“Ustadz, saya mau tanya, kenapa kok tidak lanjut lagi kajian AQS di Masjid Al-Ihsan PTM VJS Galaxy Bekasi? Soalnya rindu sekali Ustadz,” tanya seorang jamaah.
UAH menjelaskan, keputusan itu terkait fokusnya pada pendirian sekolah sebagai bagian dari dakwah pendidikan, bukan untuk mencari keuntungan pribadi.
“Saya dan istri berpikir, anak-anak lingkungan ini masih tumbuh baik. Selain menghidupkan masjid, kami ingin mendirikan sekolah untuk mendidik supaya baik — dan bukan untuk mencari uang,” ujar UAH.
Seluruh biaya pembangunan awal sekolah berasal dari tabungan pribadi dan keluarga. UAH menyiapkan kurikulum, menyeleksi guru, dan membangun gedung dengan dukungan beberapa sahabat.

Namun, muncul masalah ketika pihak lain mengelola dana sekolah tanpa sepengetahuannya, bahkan mendirikan usaha di atas lahan sekolah dan mengklaim sebagai inisiatif pribadi.
“Ada yang mengambil dana sekolah, dibangun mart sendiri, tidak ada laporan. Uang sekolah dipakai, bangunan ditinggikan tanpa izin. Lalu dikatakan sekolah ini dia yang bangun, saya cuma public figure yang kebetulan terkenal,” ungkap UAH.
Lebih lanjut, dana siswa SD sempat ditransfer ke yayasan pihak tersebut tanpa koordinasi dengan Quantum Akhyar, lembaga dakwah yang dipimpin UAH.
“Dana anak SD yang masuk diminta ditransfer ke yayasannya. Setelah kami bantu dulu, malah disebut transfer ilegal. Akhirnya mereka rapat dan memutuskan berpisah dari saya,” katanya.
UAH memilih mundur sepenuhnya dan tidak menempuh jalur hukum, menyerahkan persoalan tersebut kepada Allah SWT.
Baca Juga:
mui tolak atlet israel di kejuaraan
“Kalau sudah tahu persoalannya dan mereka memutuskan berpisah, ya sudah. Ini surat saya, saya tidak mau aktif apapun lagi. Biar Allah yang menyaksikan,” tutupnya.
Hingga kini, belum ada permintaan maaf atau klarifikasi dari pihak yang dimaksud. UAH menegaskan, fokusnya kini tetap pada dakwah pendidikan dan pembinaan generasi muda.
