Jakarta, Mata4.com — Setelah penantian panjang, Taman Margasatwa Ragunan akhirnya membuka wisata malam yang secara resmi dimulai hari ini. Inovasi ini menjadi alternatif baru bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk menikmati keindahan dan keunikan satwa di kebun binatang dengan suasana malam yang berbeda dari biasanya.
Pembukaan wisata malam Ragunan ini tidak hanya sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga mengusung nilai edukasi dan konservasi satwa. Pengunjung dapat menyaksikan perilaku satwa yang aktif di malam hari, sesuatu yang tidak bisa diperoleh saat kunjungan pada siang hari.
Sejarah dan Konsep Wisata Malam Ragunan
Taman Margasatwa Ragunan merupakan salah satu kebun binatang terbesar di Indonesia yang telah lama dikenal sebagai pusat konservasi dan edukasi satwa. Wisata malam menjadi bagian dari pengembangan layanan pengelola untuk menambah variasi aktivitas pengunjung dan memperkenalkan satwa dari perspektif yang berbeda.
Menurut Kepala UPT Taman Margasatwa Ragunan, Budi Santoso, konsep wisata malam ini sudah dirancang sejak beberapa tahun lalu sebagai respons atas kebutuhan masyarakat yang menginginkan alternatif rekreasi yang aman dan menarik, khususnya di masa pascapandemi.
“Kami melihat potensi besar untuk mengembangkan wisata malam yang tidak hanya menghibur, tapi juga menambah wawasan masyarakat tentang satwa yang selama ini jarang dilihat aktif di siang hari. Ini sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pelestarian satwa dan habitatnya,” kata Budi.
Rincian Jam Operasional dan Fasilitas
Wisata malam Ragunan dibuka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 21.00 WIB, memberikan kesempatan pengunjung menikmati kebun binatang saat senja hingga malam hari. Jam operasional ini juga disesuaikan agar kegiatan tidak mengganggu siklus tidur satwa.
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, pengelola menyediakan penerangan jalan yang ramah lingkungan dan jalur khusus yang aman untuk berkeliling. Selain itu, area tertentu dilengkapi dengan papan informasi interaktif yang menjelaskan karakteristik dan kebiasaan satwa malam.
Pengelola juga menyiapkan petugas keamanan dan pemandu yang siap memberikan edukasi dan memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat selama kunjungan.
Pembelian Tiket dan Sistem Pengaturan Pengunjung
Untuk mencegah kerumunan dan memastikan pengalaman yang nyaman, tiket wisata malam hanya dijual secara online. Masyarakat dapat membeli tiket melalui situs resmi Ragunan di ragunan.jakarta.go.id atau aplikasi resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Harga tiket ditetapkan sebesar Rp25.000 per orang, dengan pembebasan biaya untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun. Sistem daring ini memudahkan pengelola dalam mengontrol kapasitas pengunjung dan mengatur waktu kunjungan agar tidak terjadi penumpukan.
Setelah pembelian, tiket elektronik akan dikirim melalui email atau aplikasi dan wajib ditunjukkan saat masuk. Selain itu, pengunjung juga harus mengikuti prosedur pemeriksaan suhu dan wajib memakai masker selama berada di area Ragunan.
Protokol Kesehatan dan Keamanan
Dalam era pascapandemi, Ragunan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat sebagai prioritas utama. Setiap titik strategis dilengkapi dengan tempat cuci tangan dan hand sanitizer. Pengelola juga membatasi jumlah pengunjung yang masuk dalam satu waktu untuk menjaga jarak aman.
Selain itu, terdapat petugas yang secara rutin melakukan penyemprotan disinfektan di area fasilitas umum. Semua karyawan dan pemandu wisata juga menjalani protokol kesehatan yang ketat.
Reaksi dan Harapan Masyarakat
Masyarakat menyambut baik pembukaan wisata malam Ragunan ini. Ani, seorang ibu rumah tangga yang berencana mengajak anak-anaknya berkunjung malam ini, mengungkapkan kegembiraannya.
“Selama ini kami hanya tahu Ragunan untuk kunjungan siang hari. Wisata malam ini jadi alternatif bagus, apalagi anak-anak jadi bisa belajar tentang satwa malam dan bagaimana mereka hidup,” ujar Ani.
Selain keluarga, komunitas pecinta fotografi dan satwa pun tertarik untuk ikut menikmati wisata malam ini, karena suasana dan pencahayaan malam memberi peluang mengambil foto dengan suasana unik.
Dampak Positif bagi Pelestarian dan Ekonomi Lokal
Pengelola Ragunan berharap program wisata malam dapat memberikan dampak positif tidak hanya pada edukasi masyarakat, tetapi juga pada konservasi satwa. Dengan meningkatnya kunjungan, diharapkan ada peningkatan dana untuk pengelolaan dan perawatan satwa.
Selain itu, wisata malam ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal di sekitar Ragunan. Para pelaku usaha kecil, seperti pedagang makanan dan minuman, serta jasa transportasi diharapkan merasakan manfaat dari bertambahnya kunjungan wisatawan.
Tantangan dan Upaya Keberlanjutan
Meski mendapat sambutan positif, pengelola Ragunan juga menyadari tantangan yang harus dihadapi, seperti menjaga keseimbangan antara kenyamanan pengunjung dan kenyamanan satwa.
Budi Santoso menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi dan perbaikan untuk menjaga kualitas layanan dan menjaga kelestarian satwa.
“Kami akan terus memonitor dampak wisata malam, melakukan edukasi kepada pengunjung agar tidak mengganggu satwa, dan memastikan fasilitas yang ada mendukung keberlanjutan program ini,” jelasnya.

