Bekasi, Mata4com — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa arah pembangunan Kota Bekasi tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pelestarian budaya sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan dalam acara “Kota Bekasi Menari: Jaga Rawat Budaya Nusantara” yang digelar di Plaza Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, Minggu (26/4), dengan melibatkan 2.029 penari dari berbagai wilayah.
Tri Adhianto menjelaskan, pembangunan kota yang hanya mengandalkan fisik tidak cukup untuk menjawab tantangan masa depan. Menurutnya, kualitas manusia dan kekuatan budaya menjadi faktor penentu daya saing daerah.
“Pembangunan Kota Bekasi bukan hanya soal fisik, tetapi bagaimana kita merawat sejarah, menjaga budaya, dan menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas,” ujar Tri Adhianto.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Bekasi mulai menginisiasi pembangunan infrastruktur budaya seperti museum daerah dan perpustakaan modern. Fasilitas tersebut dirancang bukan sekadar sebagai bangunan, tetapi sebagai pusat edukasi, literasi, dan pelestarian sejarah lokal.
Museum akan difungsikan sebagai ruang dokumentasi perjalanan sejarah Kota Bekasi, sementara perpustakaan diharapkan menjadi pusat peningkatan literasi masyarakat. Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat identitas daerah sekaligus membangun karakter generasi muda.
Selain itu, fokus utama pembangunan juga diarahkan pada peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ruang kreatif. Pemerintah menilai, masyarakat yang cerdas, sehat, dan adaptif menjadi kunci dalam menghadapi dinamika global.
“Yang paling utama adalah membangun manusianya. SDM harus cerdas, kuat, mampu beradaptasi, dan siap berkolaborasi untuk masa depan Kota Bekasi,” tegasnya.
Partisipasi ribuan penari dalam kegiatan budaya tersebut juga mencerminkan tingginya keterlibatan masyarakat dalam menjaga warisan budaya. Hal ini sekaligus menjadi indikator bahwa modernisasi kota dapat berjalan seiring dengan pelestarian tradisi.
Ke depan, Pemerintah Kota Bekasi menargetkan pembangunan yang lebih seimbang antara infrastruktur, budaya, dan kualitas manusia. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat posisi Bekasi sebagai kota modern yang tetap berakar pada nilai budaya.
Dengan strategi tersebut, Bekasi diarahkan tidak hanya menjadi kota maju secara fisik, tetapi juga memiliki identitas kuat dan SDM yang kompetitif di tingkat nasional.
