Jakarta, Mata4com — FIFA akan menerapkan aturan baru pada Piala Dunia 2026 yang melarang pemain mendekati area teknis untuk menerima instruksi dari pelatih ketika penjaga gawang mengalami cedera di tengah pertandingan.
Kebijakan tersebut disampaikan Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, yang menegaskan bahwa momen saat kiper mendapatkan perawatan tidak boleh dimanfaatkan sebagai kesempatan bagi tim untuk melakukan diskusi taktis di pinggir lapangan.
Menurut Collina, para wasit telah mendapatkan arahan untuk memastikan pemain dari kedua tim tetap berada di area permainan dan tidak berkumpul di bangku cadangan saat penjaga gawang sedang ditangani tim medis.
Aturan tersebut sebelumnya telah dipaparkan FIFA kepada para pelatih dari seluruh negara peserta Piala Dunia 2026 melalui forum dan lokakarya khusus. Langkah ini diambil untuk mencegah praktik jeda taktis yang selama ini kerap terjadi ketika pertandingan dihentikan akibat cedera kiper.
Selain membahas regulasi tersebut, FIFA juga mengonfirmasi adanya perubahan pada prosedur penggunaan Video Assistant Referee (VAR). Bersama International Football Association Board (IFAB), badan sepak bola dunia itu menyetujui penyesuaian yang memungkinkan peninjauan insiden pelanggaran dalam fase serangan sebelum bola kembali dimainkan.
Pemanfaatan cedera penjaga gawang sebagai sarana mengatur ritme pertandingan memang menjadi perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu kasus yang sempat mendapat sorotan terjadi pada November 2025, ketika pelatih Daniel Farke menuduh kiper Gianluigi Donnarumma sengaja memperlambat permainan dengan berpura-pura mengalami cedera.
Dalam situasi seperti itu, biasanya penjaga gawang menjalani perawatan di lapangan sementara pemain lain memanfaatkan waktu untuk berkumpul di dekat area teknis guna menerima arahan tambahan dari pelatih.
Meskipun persoalan tersebut telah dibahas oleh IFAB, hingga saat ini belum ada perubahan resmi dalam Laws of the Game. Sejumlah kompetisi juga dijadwalkan melakukan uji coba pada musim 2026–2027 guna mencari mekanisme terbaik yang dapat diterapkan secara luas.
Konsep serupa sebenarnya telah lebih dulu diterapkan di National Women’s Soccer League (NWSL). Dalam kompetisi tersebut, para pemain diwajibkan tetap berada di posisinya masing-masing atau berkumpul di lingkaran tengah lapangan ketika kiper mengalami cedera, tanpa diperbolehkan mendekati bangku pelatih.
Collina menegaskan bahwa penjaga gawang tetap memiliki hak untuk mendapatkan penanganan medis saat mengalami cedera. Namun menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya dimanfaatkan oleh pemain lain untuk meninggalkan area permainan dan menerima instruksi tambahan.
Ia juga menilai kebiasaan hampir seluruh pemain meninggalkan lapangan ketika kiper cedera dapat mengganggu jalannya pertandingan. Oleh karena itu, FIFA memilih mengadopsi pendekatan yang lebih ketat pada ajang Piala Dunia mendatang.
Meski demikian, pemain yang mencoba mendekati area teknis dalam situasi tersebut tidak akan langsung dikenai kartu kuning atau hukuman disiplin. Pengawasan dan penerapan aturan akan menjadi tanggung jawab utama para ofisial pertandingan.
Menurut Collina, kondisi di mana hanya wasit, tim medis, dan penjaga gawang yang berada di lapangan sementara pemain lain berkumpul di luar area permainan merupakan situasi yang tidak ideal bagi kelangsungan pertandingan. Karena alasan itulah FIFA berupaya menjaga agar seluruh pemain tetap berada dalam koridor permainan selama proses penanganan cedera berlangsung.
