Bekasi, Mata4com — Kesempatan bekerja di Jepang kini semakin terbuka bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan biaya. LPK Izumi Indonesia Cabang Bekasi Utara menawarkan program pelatihan dan penempatan kerja ke Jepang dengan biaya awal Rp10,5 juta, sementara sebagian besar biaya keberangkatan dapat dicicil setelah peserta mulai bekerja dan menerima gaji di Jepang.
Program tersebut disampaikan Kepala Cabang LPK Izumi Indonesia Bekasi Utara, Bardan Priyanto, saat ditemui di kantor LPK Izumi Indonesia Cabang Bekasi Utara, Jalan Pangeran Jayakarta No.153-54, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Senin (8/6).
Menurut Bardan, biaya awal sebesar Rp10,5 juta mencakup pelatihan bahasa Jepang selama enam bulan, ujian sertifikasi bahasa Jepang, serta kebutuhan administrasi pendukung lainnya. Selama masa pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran intensif enam hari dalam seminggu dengan pilihan kelas pagi dan siang.
“Peserta mengikuti pelatihan selama enam bulan. Setelah itu mengikuti tes bahasa Jepang yang diselenggarakan langsung oleh pihak Jepang. Jika sudah memiliki sertifikat bahasa Jepang, peserta dapat melanjutkan ke tahap wawancara dengan perusahaan Jepang yang telah bekerja sama dengan kami,” ujar Bardan.
Ia menjelaskan, peserta yang dinyatakan lolos wawancara dan diterima perusahaan Jepang akan menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up sebelum memasuki tahap pemberkasan dan keberangkatan.
Menurutnya, berbagai kebutuhan keberangkatan seperti pengurusan visa, tiket pesawat, administrasi, tempat tinggal awal hingga uang saku selama masa adaptasi di Jepang dapat difasilitasi melalui skema pembiayaan yang dibayarkan secara bertahap setelah peserta bekerja.
“Pembayarannya dilakukan dengan sistem cicilan selama 12 bulan setelah peserta menerima gaji di Jepang. Mekanismenya dituangkan dalam perjanjian pembiayaan yang disepakati kedua belah pihak,” katanya.
Untuk menjaga kualitas pembelajaran, setiap angkatan pelatihan dibatasi maksimal 20 peserta. Selain itu, peserta yang belum berhasil lulus tes bahasa Jepang diberikan kesempatan mengikuti pelatihan ulang secara gratis hingga dua kali.
Bardan mengatakan, kendala yang paling sering dihadapi calon peserta bukan pada ketersediaan lowongan kerja, melainkan kemampuan bahasa Jepang yang belum memenuhi standar perusahaan. Karena itu, pihaknya menyediakan pendampingan lanjutan agar peserta dapat meningkatkan kemampuan dan kembali mengikuti proses seleksi.
Saat ini, LPK Izumi Indonesia mengaku telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan di Jepang yang membuka peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di berbagai sektor industri. Kerja sama tersebut menjadi salah satu jalur bagi peserta yang telah memenuhi persyaratan untuk memperoleh kesempatan bekerja di Negeri Sakura.
Melalui program pelatihan dan skema pembiayaan bertahap tersebut, LPK Izumi Indonesia berharap dapat membantu lebih banyak masyarakat Indonesia mengakses peluang kerja di Jepang sekaligus meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar internasional.
