Serang, Mata4com — Muhibbin mengatakan persoalan pencemaran Sungai Ciujung bukanlah kejadian baru. Menurutnya, kondisi serupa kerap terjadi setiap tahun, terutama saat musim kemarau ketika debit air sungai mulai berkurang.
“Saya lahir dan tumbuh di desa yang berada di sepanjang Sungai Ciujung. Karena itu, saya dan masyarakat Serang Utara merasakan langsung kondisi sungai yang sering kali menghitam pekat dari tahun ke tahun,” kata Ahmad Muhibbin.
Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang bersama instansi terkait untuk segera melakukan penyelidikan guna mengetahui sumber pencemaran yang menyebabkan perubahan warna air sungai tersebut.
Muhibbin juga mendorong agar perusahaan maupun pihak yang terbukti menjadi penyebab pencemaran di Sungai Ciujung dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciujung diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Airnya digunakan untuk mengairi sawah, tambak ikan, dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, dugaan pencemaran yang terjadi harus ditangani secara serius dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” ujarnya.
Menurutnya, apabila ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum maupun tindak pidana lingkungan, maka proses penegakan hukum harus dilakukan untuk memberikan efek jera.
Sebelumnya, warga melaporkan kondisi Sungai Ciujung yang berubah warna menjadi hitam dan menimbulkan aroma tidak sedap. Di beberapa titik, permukaan air juga terlihat bercampur lapisan minyak yang mengalir mengikuti arus sungai.
Salah seorang warga, Wiwi, mengaku kondisi tersebut telah berlangsung selama beberapa hari dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Ia khawatir kualitas air yang memburuk dapat berdampak pada lahan pertanian yang bergantung pada aliran Sungai Ciujung.
“Kalau air kayak begini, keruh. Nggak bisa untuk sawah, bisa-bisa mati padinya,” keluhnya.
Selain menimbulkan bau yang mengganggu, warga juga khawatir pencemaran tersebut berdampak terhadap sektor pertanian, perikanan, dan aktivitas ekonomi masyarakat yang memanfaatkan air sungai sebagai sumber kebutuhan sehari-hari.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak terkait guna memastikan penyebab perubahan kondisi air Sungai Ciujung serta langkah penanganan yang akan dilakukan.Kondisi Sungai Ciujung di Kabupaten Serang, Banten, kembali menjadi sorotan setelah air sungai terlihat berwarna hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat. Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin, meminta dugaan pencemaran yang terjadi segera diusut secara menyeluruh.
