Bekasi, Mata4com – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Tanti Herawati, menegaskan pentingnya memahami karakter generasi Z (Gen Z) dalam dunia kerja maupun kebijakan publik. Menurutnya, pendekatan terhadap generasi muda saat ini tidak bisa disamakan dengan generasi sebelumnya.
“Gen Z ini harus luar biasa. Ketika suasana kerja nyaman, mereka bisa sangat produktif. Tapi ketika tidak sesuai, responsnya juga berbeda dibanding pekerja lain,” ujar Tanti.
Ia mencontohkan lingkungan kerja di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang didominasi Gen Z. Di sana, para senior dituntut memiliki pendekatan khusus agar komunikasi dan kolaborasi tetap berjalan efektif.
Selain itu, Tanti menyebut Gen Z sangat dekat dengan teknologi dan digitalisasi. Mereka cenderung menginginkan berbagai terobosan baru, termasuk dalam pelayanan publik.
“Contohnya di rumah sakit, mereka berpikir sudah tidak relevan lagi antre pakai kertas. Harusnya bisa serba online. Ini juga berdampak pada pengurangan sampah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Gen Z ingin didengar dan dilibatkan dalam setiap proses. Menurutnya, pola komunikasi yang bersifat perintah justru membuat mereka merasa tidak dihargai.
“Kalau dilibatkan, itu jadi kebanggaan tersendiri bagi mereka. Beda dengan hanya diberi instruksi,” katanya.
Namun demikian, Tanti juga menyoroti tingginya angka pengangguran usia muda, khususnya di Jawa Barat yang didominasi rentang usia 15 hingga 20 tahun. Ia menilai hal ini tidak lepas dari kecenderungan Gen Z yang memilih pekerjaan sesuai kenyamanan dan lingkungan kerja.
“Bahkan mereka tidak ragu meninggalkan pekerjaan jika tidak sesuai ekspektasi. Banyak keluhan yang akhirnya membuat mereka memilih tidak bekerja,” ungkapnya.
Melalui pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Tanti mengaku mendorong adanya gebrakan nyata untuk anak muda di Kota Bekasi. Ia menilai generasi muda tidak hanya perlu didorong menjadi produktif, tetapi juga kreatif dengan dukungan lapangan kerja yang memadai.
“Saya berharap Pemkot Bekasi punya program unggulan untuk anak muda. Mereka bisa dilibatkan dalam pemerintahan, bahkan ke depan bisa jadi anggota parlemen atau kepala daerah,” tegasnya.
Di sisi lain, ia juga mendorong pemerintah daerah untuk menciptakan iklim investasi yang lebih ramah guna membuka lebih banyak lapangan kerja.
“Kita harus mempermudah investor, jangan dipersulit, tentu tetap sesuai aturan. Ini penting untuk menekan angka pengangguran,” tandasnya.
Tanti berharap, dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda, Kota Bekasi mampu melahirkan SDM unggul yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
