Bekasi, Mata4com – Kota Bekasi kembali mencatatkan prestasi di sektor pendidikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025 yang dipublikasikan melalui Jabar Stats, Kota Bekasi menempati posisi teratas sebagai daerah dengan rata-rata lama sekolah (RLS) tertinggi di Provinsi Jawa Barat, yakni mencapai 12,32 tahun.
Capaian ini menempatkan Kota Bekasi melampaui sejumlah kota besar lainnya, seperti Kota Depok dengan 11,84 tahun, Kota Cimahi 11,51 tahun, serta Kota Bandung 11,37 tahun. Bahkan, angka RLS Kota Bekasi tercatat 3,18 tahun lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Barat yang berada di angka 9,14 tahun.
Rata-rata lama sekolah merupakan indikator penting dalam mengukur kualitas sumber daya manusia (SDM). Data ini menggambarkan jumlah tahun yang ditempuh penduduk usia 15 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal. Secara nasional, RLS Indonesia berada di kisaran 9,41 tahun, setara dengan tingkat pendidikan hingga kelas 3 SMP.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menilai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
“Ini adalah hasil kerja bersama antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat. Pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun daya saing daerah,” ujar Tri Adhianto.
Menurutnya, capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga dorongan untuk terus memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah Kota Bekasi, lanjutnya, berkomitmen memastikan tidak ada anak yang terhambat mengenyam pendidikan akibat keterbatasan ekonomi.
Sebagai bentuk konkret, Pemkot Bekasi meningkatkan kuota penerima beasiswa perguruan tinggi. Program tersebut ditujukan untuk membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas sekaligus meningkatkan kualitas SDM di Kota Bekasi.
“Melalui program beasiswa ini, kami ingin memastikan generasi muda Bekasi memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan hingga perguruan tinggi,” katanya.
Pemerintah meyakini, investasi di sektor pendidikan akan memberikan dampak jangka panjang terhadap kemajuan daerah. Dengan meningkatnya akses pendidikan, diharapkan lahir generasi unggul yang mampu bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
