Bandung, 28 Juli 2025 – Sosok Letnan Kolonel (Letkol) Teddy belakangan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan aktivis pendidikan, tokoh masyarakat, dan pegiat sosial. Hal ini tak lepas dari kiprah luar biasanya dalam mendukung gerakan pendidikan alternatif melalui Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan nonformal yang menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera serta komunitas terpencil.
Berkat kontribusinya yang konsisten dan nyata, Letkol Teddy secara resmi diusulkan menjadi Duta Sekolah Rakyat oleh sejumlah tokoh pendidikan, organisasi sosial, dan komunitas relawan guru. Usulan ini dilayangkan sebagai bentuk apresiasi atas peran aktifnya dalam memajukan pendidikan rakyat serta membuktikan bahwa personel TNI juga dapat menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Komitmen di Tengah Tugas Militer
Letkol Teddy, yang saat ini menjabat sebagai salah satu pejabat penting di lingkungan TNI AD, dikenal sebagai sosok militer yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Meski memiliki tanggung jawab besar di institusinya, ia secara aktif meluangkan waktu untuk terlibat langsung dalam kegiatan Sekolah Rakyat.
Ia tidak hanya datang sebagai pembicara atau pengamat, tetapi turun langsung menjadi fasilitator, pembimbing, bahkan guru di beberapa sesi kelas lapangan. Ia kerap kali terlihat duduk bersama anak-anak di bawah pohon, menyampaikan pelajaran tentang cinta tanah air, wawasan kebangsaan, hingga nilai-nilai kedisiplinan dan kerja keras.
“Pendidikan adalah salah satu senjata paling ampuh untuk membebaskan masyarakat dari kemiskinan dan keterbelakangan. Saya merasa terpanggil untuk berkontribusi, bukan sebagai perwira, tetapi sebagai sesama anak bangsa,” ujar Letkol Teddy dalam salah satu kegiatan Sekolah Rakyat yang digelar di daerah pedalaman.
Dukungan dari Tokoh Pendidikan dan Relawan
Usulan agar Letkol Teddy menjadi Duta Sekolah Rakyat pertama kali disampaikan oleh Dr. Rina Maulida, seorang akademisi dan penggagas komunitas literasi desa. Ia menyebutkan bahwa Letkol Teddy bukan hanya hadir dalam bentuk simbolik, tetapi benar-benar menjalani peran sebagai pendidik.
“Beliau adalah contoh nyata bagaimana figur militer dapat menjadi motor perubahan sosial. Kehadiran beliau menyemangati para relawan dan anak-anak untuk terus belajar, meskipun dalam keterbatasan. Inilah makna duta sebenarnya—menghidupi nilai yang diwakilinya,” ujar Dr. Rina.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Ketua Forum Sekolah Rakyat Nasional, M. Iqbal Ramadhan, yang menilai Letkol Teddy mampu menjembatani dua dunia yang selama ini jarang bersentuhan secara langsung: dunia militer dan pendidikan rakyat.
“Kami melihat keteladanan, ketulusan, dan semangat pengabdian yang luar biasa. Beliau tidak hanya datang dengan seragam, tapi dengan hati,” ungkap Iqbal.

www.service-ac.id
Inspirasi untuk Gerakan Lebih Luas
Jika usulan ini disetujui oleh jaringan nasional Sekolah Rakyat, Letkol Teddy akan menjadi figur simbolik sekaligus praktis yang mendorong semakin banyak pihak untuk bergabung dalam misi mencerdaskan anak-anak bangsa di daerah terpencil. Kehadirannya diharapkan mampu menginspirasi anggota TNI lainnya untuk lebih terlibat dalam kerja-kerja sosial dan pendidikan berbasis kerakyatan.
Bahkan, beberapa kalangan menyebutkan bahwa model keterlibatan Letkol Teddy bisa dijadikan contoh bagi pembentukan program “TNI Peduli Pendidikan” secara nasional, di mana setiap kesatuan militer dapat bermitra dengan sekolah-sekolah alternatif di wilayah binaannya.
Merendah Namun Siap Mengabdi
Ketika dimintai tanggapan terkait usulan penobatannya sebagai Duta Sekolah Rakyat, Letkol Teddy dengan rendah hati menyatakan bahwa dirinya tidak pernah mengejar gelar atau pengakuan, melainkan berangkat dari niat tulus untuk membantu sesama.
“Saya tidak mengejar penghargaan. Yang saya harapkan adalah agar semakin banyak orang yang peduli terhadap pendidikan anak-anak bangsa. Kalau kehadiran saya bisa membantu membuka mata dan hati lebih banyak orang, maka saya bersyukur,” kata Letkol Teddy dalam wawancara singkatnya.
Ia pun menegaskan bahwa bangsa ini hanya bisa besar jika masyarakatnya terdidik, terutama mereka yang selama ini belum tersentuh sistem pendidikan formal.
Sekilas tentang Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat adalah gerakan pendidikan alternatif yang berbasis komunitas dan partisipatif. Didukung oleh relawan dari berbagai latar belakang, sekolah ini hadir untuk menjawab kebutuhan anak-anak di daerah yang sulit dijangkau oleh sistem pendidikan formal. Kurikulumnya fleksibel, mengutamakan pembentukan karakter, keterampilan hidup, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan usulan ini, Letkol Teddy diharapkan bukan hanya menjadi wajah dari perjuangan pendidikan rakyat, tetapi juga jembatan antara aparat negara dan gerakan masyarakat sipil dalam misi membangun generasi penerus bangsa yang cerdas, mandiri, dan berdaya.
