Jakarta, 28 Juli 2025 – Partai Demokrat secara resmi menanggapi pernyataan Roy Suryo yang kembali mengangkat isu dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Melalui keterangan tertulis, pihak Demokrat menegaskan bahwa opini Roy Suryo tersebut tidak mewakili sikap partai dan menekankan bahwa yang bersangkutan bukan lagi bagian dari Partai Demokrat.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menanggapi pernyataan Roy yang beredar luas di media sosial dan sejumlah kanal berita alternatif. Herzaky menyebut Roy Suryo sudah tidak aktif lagi di struktur maupun keanggotaan partai.
“Kami perlu luruskan bahwa Saudara Roy Suryo bukan lagi kader aktif Partai Demokrat. Setiap pernyataan yang ia sampaikan adalah pendapat pribadi dan tidak berkaitan dengan posisi maupun kebijakan resmi partai,” tegas Herzaky kepada media, Senin (28/7).
Klarifikasi Demi Jaga Kredibilitas
Partai Demokrat mengambil langkah cepat untuk memberikan klarifikasi ini demi menjaga kredibilitas partai di tengah situasi politik yang sensitif menjelang tahun politik. Herzaky menyatakan bahwa Demokrat ingin menjauhkan diri dari narasi yang tidak berdasar dan tidak memiliki kekuatan hukum.
“Kami tidak ingin publik salah paham dan mengira pernyataan tersebut adalah bagian dari sikap resmi Partai Demokrat. Fokus kami saat ini adalah memperjuangkan agenda kerakyatan dan menyongsong Pemilu 2029 dengan langkah-langkah positif,” ujarnya.

www.service-ac.id
Roy Suryo dan Isu Lama yang Diangkat Kembali
Roy Suryo, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus pernah menjadi anggota DPR RI dari Partai Demokrat, sebelumnya kembali membuat pernyataan publik terkait dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Isu ini sejatinya sudah beberapa kali dibantah dan tidak terbukti secara hukum, baik oleh pihak Istana maupun oleh institusi pendidikan yang disebutkan dalam tudingan tersebut.
Namun, Roy tetap bersikukuh menyuarakan keraguannya di beberapa kanal media sosial pribadi, yang kemudian memicu kontroversi baru di tengah masyarakat. Terkait itu, sejumlah pihak menyayangkan langkah Roy karena dinilai hanya memperkeruh suasana dan menggiring opini tanpa bukti yang kuat.
Demokrat Ingin Fokus ke Masa Depan
Partai Demokrat menegaskan bahwa pihaknya ingin lebih fokus pada agenda kebangsaan dan meninggalkan praktik politik berbasis tuduhan atau hoaks. Herzaky menambahkan bahwa masyarakat sudah semakin cerdas dalam menilai informasi, dan partai tidak ingin terseret dalam isu-isu yang tidak bermanfaat bagi publik.
“Kami mendukung kritik yang konstruktif dan berbasis data, bukan tudingan personal tanpa dasar hukum. Demokrat tidak akan ambil bagian dalam menyebarkan informasi yang berpotensi menyesatkan atau merusak reputasi siapa pun,” kata Herzaky.
Istana Tak Gubris, Publik Diminta Lebih Kritis
Sementara itu, pihak Istana Negara belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Roy Suryo terbaru. Sebelumnya, pihak Istana maupun Presiden Jokowi sendiri pernah menyebut bahwa isu ijazah palsu merupakan “fitnah lama yang terus diulang” dan tidak layak untuk ditanggapi serius.
Publik pun diimbau untuk lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya di media sosial yang kerap dijadikan tempat penyebaran narasi tidak berdasar. Beberapa pengamat hukum dan komunikasi politik menilai langkah Demokrat dalam memberikan klarifikasi adalah langkah tepat untuk menjaga jarak dari potensi konflik hukum maupun pencemaran nama baik.
Catatan redaksi: Hingga berita ini diturunkan, Roy Suryo belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Partai Demokrat terkait statusnya sebagai non-anggota partai. Namun unggahan dan komentar publik di media sosial menunjukkan respons beragam dari masyarakat.
