Jakarta, Mata4.com — Nyeri dada adalah salah satu keluhan medis yang paling sering membuat seseorang mencari pertolongan darurat. Sayangnya, tak sedikit orang yang menyepelekan nyeri dada, menganggapnya sebagai gejala biasa seperti masuk angin atau kelelahan. Padahal, nyeri dada bisa menjadi pertanda kondisi serius dan mengancam jiwa, terutama jika berkaitan dengan gangguan jantung.
Memahami jenis dan tanda bahaya dari nyeri dada sangat penting agar Anda tidak salah mengambil langkah — karena kesalahan penanganan bisa berakibat fatal.
Apa Itu Nyeri Dada?
Nyeri dada adalah sensasi tidak nyaman, sakit, atau tekanan pada area dada yang dapat menjalar ke bagian tubuh lain, seperti leher, bahu, lengan, punggung, bahkan rahang. Gejala ini bisa berlangsung beberapa detik, menit, atau lebih lama, tergantung penyebabnya.
Jenis-jenis Nyeri Dada:
- Nyeri Dada Akut – Timbul tiba-tiba dan parah, sering dikaitkan dengan serangan jantung atau emboli paru.
- Nyeri Dada Kronis – Berulang atau bertahan lama, bisa menjadi tanda masalah jantung kronis, asam lambung, atau gangguan otot.
- Nyeri Dada Non-Kardiak – Tidak berkaitan dengan jantung, sering kali akibat gangguan pencernaan, paru-paru, atau otot.
Tanda-Tanda Nyeri Dada yang Harus Diwaspadai
Tidak semua nyeri dada berbahaya, namun ada beberapa tanda khas yang perlu Anda anggap sebagai sinyal peringatan darurat, antara lain:
- Tekanan atau rasa penuh di dada seperti ditindih beban berat.
- Nyeri menjalar ke lengan kiri, leher, punggung, atau rahang.
- Dada terasa panas, terbakar, atau tertusuk, khususnya saat beraktivitas fisik.
- Disertai gejala lain seperti:
- Sesak napas
- Keringat dingin
- Mual atau muntah
- Pusing atau pingsan
- Detak jantung tidak beraturan
Jika Anda mengalami kombinasi gejala di atas, segera hubungi layanan darurat medis atau pergi ke UGD terdekat. Penundaan penanganan bisa mengurangi peluang selamat jika ternyata merupakan serangan jantung.
Penyebab Nyeri Dada: Tak Selalu Karena Jantung
Meskipun nyeri dada sering dikaitkan dengan penyakit jantung, faktanya tidak semua nyeri dada disebabkan oleh jantung. Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya:

www.service-ac.id
1. Penyebab Kardiovaskular
- Serangan Jantung (Infark Miokard): Terjadi karena sumbatan total pada pembuluh darah koroner.
- Angina Pektoris: Nyeri akibat aliran darah ke jantung terganggu, biasanya dipicu aktivitas berat.
- Perikarditis: Radang pada selaput jantung.
- Diseksi Aorta: Robekan serius pada dinding pembuluh darah utama.
2. Penyebab Gastrointestinal
- GERD (Gastroesophageal Reflux): Naiknya asam lambung ke kerongkongan.
- Ulkus Lambung: Luka pada dinding lambung atau usus halus.
- Spasme Esofagus: Kontraksi otot di kerongkongan yang abnormal.
3. Penyebab Paru-Paru
- Emboli Paru: Sumbatan pembuluh darah paru-paru oleh gumpalan darah.
- Pneumonia: Infeksi paru-paru.
- Pneumotoraks: Paru-paru yang kolaps akibat kebocoran udara.
4. Penyebab Muskuloskeletal
- Cedera otot atau tulang dada: Akibat olahraga berlebihan atau trauma.
- Costochondritis: Radang pada tulang rawan di persendian tulang dada dan rusuk.
5. Penyebab Psikologis
- Serangan Panik: Dapat menimbulkan nyeri dada yang menyerupai serangan jantung.
- Gangguan Kecemasan: Memicu ketegangan otot dan nyeri dada berulang.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Tidak semua nyeri dada perlu penanganan darurat, tapi Anda harus segera mencari pertolongan medis jika:
- Nyeri muncul mendadak saat istirahat.
- Berlangsung lebih dari 5 menit dan tidak membaik.
- Disertai gejala sistemik (mual, sesak, pingsan, jantung berdebar).
- Anda punya riwayat penyakit jantung, diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi.
- Anda memiliki gaya hidup tidak sehat: merokok, jarang olahraga, stres tinggi.
Dokter akan melakukan pemeriksaan seperti EKG, tes darah, rontgen dada, atau CT scan untuk mencari penyebab pastinya.
Langkah Pencegahan Nyeri Dada Serius
Meskipun tidak semua nyeri dada bisa dicegah, ada langkah-langkah yang dapat menurunkan risiko masalah jantung dan paru-paru, di antaranya:
- Jaga pola makan sehat: Kurangi garam, gula, dan lemak jenuh.
- Rutin olahraga: Minimal 30 menit per hari, 5 kali seminggu.
- Berhenti merokok dan batasi alkohol.
- Kelola stres dengan baik melalui meditasi, olahraga, atau hobi.
- Rutin cek kesehatan: Tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol.
- Tidur cukup dan berkualitas.
- Tangani penyakit yang sudah ada seperti hipertensi, diabetes, atau maag dengan tepat.
Kesimpulan: Lebih Baik Waspada daripada Menyesal
Nyeri dada adalah gejala yang tidak boleh diabaikan, karena bisa menjadi pertanda dari kondisi serius seperti serangan jantung atau gangguan paru-paru. Meskipun bisa disebabkan oleh hal ringan, diagnosis pasti hanya bisa ditentukan oleh dokter setelah pemeriksaan lengkap.
Jangan sampai karena takut atau menyepelekan, Anda kehilangan waktu emas untuk menyelamatkan nyawa. Jika ragu, lebih baik periksa ke rumah sakit daripada menunggu sampai kondisi memburuk.
Ingat, kenali tanda-tandanya, ambil tindakan cepat, dan lindungi diri serta orang yang Anda sayangi.
