Inggris, Mata4.com – Menjelang dibukanya jendela transfer musim dingin pada Januari 2026, Manchester United dikabarkan telah menyusun strategi khusus dalam upaya memperkuat skuad mereka. Klub asal Old Trafford itu disebut telah menetapkan sejumlah nama sebagai target utama yang dianggap mampu mengatasi kelemahan tim yang muncul selama paruh pertama musim kompetisi.
Berdasarkan laporan dari beberapa media olahraga ternama Eropa, termasuk Sky Sports dan The Athletic, proses pemetaan kebutuhan tim sudah dilakukan sejak awal Oktober lalu. Pelatih Erik ten Hag disebut telah menyerahkan daftar rekomendasi pemain kepada manajemen klub sebagai bagian dari rencana jangka pendek dan menengah.
Identifikasi Kebutuhan dan Evaluasi Skuad
Manchester United tengah menghadapi sejumlah tantangan dalam skuad mereka, terutama di sektor pertahanan dan lini tengah bertahan. Beberapa pemain kunci seperti Lisandro Martinez, Luke Shaw, dan Tyrell Malacia sempat mengalami cedera panjang, sementara performa dari Harry Maguire dan Victor Lindelöf kerap dinilai inkonsisten.
Sementara itu, di lini tengah, kehadiran Casemiro masih menjadi andalan, namun faktor usia dan kebugaran membuat MU mulai mencari alternatif jangka panjang. Karena itu, posisi bek tengah dan gelandang bertahan diyakini menjadi prioritas utama dalam bursa transfer Januari mendatang.
Sumber internal yang dikutip oleh Manchester Evening News menyatakan bahwa klub ingin merekrut pemain yang tidak hanya siap bermain, tetapi juga cocok secara taktik dengan sistem permainan Erik ten Hag. “Rekrutmen tidak bisa hanya soal nama besar, tapi soal kecocokan dengan visi pelatih dan struktur tim,” ungkap sumber tersebut.
Target yang Mulai Diidentifikasi
Beberapa nama mulai mencuat ke permukaan sebagai kandidat utama. Untuk posisi bek tengah, Manchester United dikaitkan dengan Jean-Clair Todibo dari OGC Nice, yang tampil konsisten di Ligue 1 dan dianggap cocok dengan gaya permainan menyerang dari belakang. Pemain muda Portugal, Antonio Silva dari Benfica, juga masuk dalam radar klub.
Sementara itu, untuk lini tengah, nama Amadou Onana dari Everton kembali dikaitkan dengan MU. Gelandang berusia 23 tahun itu dinilai memiliki fisik, kecepatan, dan kedisiplinan taktik yang cocok untuk bermain di Liga Inggris dan dalam skema yang digunakan Ten Hag.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak klub terkait nama-nama tersebut. Proses negosiasi dan pendekatan awal diduga sudah mulai dilakukan oleh perwakilan klub, namun baru akan diintensifkan menjelang pembukaan resmi jendela transfer pada 1 Januari 2026.
Tanggapan Erik Ten Hag
Dalam salah satu konferensi pers pasca-pertandingan beberapa waktu lalu, Erik ten Hag tidak menutup kemungkinan adanya aktivitas transfer pada Januari. Ia menekankan pentingnya kedalaman skuad untuk menghadapi sisa musim yang masih panjang.
“Kami terus melakukan evaluasi. Jika ada peluang di pasar transfer yang cocok dengan kebutuhan tim, maka itu akan menjadi pertimbangan serius,” ujar Ten Hag.
Pelatih asal Belanda itu juga menegaskan bahwa setiap rekrutan harus sesuai dengan filosofi tim, baik dari segi teknis, etika kerja, maupun kesiapan mental bermain di level tertinggi.
Kondisi Finansial dan Batasan FFP
Kendati Manchester United merupakan salah satu klub dengan pemasukan komersial terbesar di dunia, manajemen tetap harus memperhitungkan batasan yang ditetapkan oleh regulasi Financial Fair Play (FFP).
Menurut laporan keuangan terbaru, klub sedang berusaha menjaga keseimbangan antara belanja dan pemasukan dari penjualan pemain. Oleh karena itu, sebelum mendatangkan pemain baru, bukan tidak mungkin beberapa nama akan dilepas, baik secara permanen maupun dengan status pinjaman.
Beberapa pemain seperti Donny van de Beek, Jadon Sancho, dan Hannibal Mejbri disebut-sebut bisa menjadi bagian dari rotasi keluar jika MU ingin membuka ruang bagi pemain baru, baik dari sisi teknis maupun anggaran gaji.
Respons Penggemar dan Tekanan Musim Ini
Kabar tentang langkah aktif di bursa Januari disambut positif oleh mayoritas pendukung Manchester United. Banyak yang berharap bahwa tambahan pemain baru bisa membawa perubahan signifikan dalam performa tim, yang pada paruh pertama musim ini belum stabil.
Saat ini, MU masih bersaing ketat untuk zona empat besar Premier League, sekaligus menghadapi tantangan di kompetisi Eropa. Kemenangan dan konsistensi di sisa musim akan sangat menentukan masa depan proyek jangka panjang Ten Hag, yang memasuki musim keduanya sebagai pelatih kepala.
Namun di sisi lain, ekspektasi besar dari publik dan tekanan media juga menjadi tantangan tersendiri. Penggemar berharap manajemen tidak mengulangi kesalahan transfer seperti pada musim-musim sebelumnya, ketika beberapa rekrutan mahal gagal memberi kontribusi maksimal.
Kesimpulan
Dengan jendela transfer musim dingin yang akan segera dibuka, Manchester United tampaknya tidak ingin kehilangan momentum. Penetapan target transfer sejak dini menunjukkan keseriusan klub dalam merespons kebutuhan taktis di lapangan serta memperkuat pondasi jangka panjang tim.
Namun keberhasilan transfer tak hanya bergantung pada niat klub, melainkan juga pada keberhasilan negosiasi, kesiapan finansial, dan kecermatan dalam memilih pemain yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim. Dengan tekanan performa dan persaingan yang semakin ketat, bulan Januari akan menjadi periode yang sangat krusial bagi arah perjalanan Manchester United musim ini.

