Jakarta, Mata4.com – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan secara resmi bahwa dirinya mendukung penuh pembentukan Tim Investigasi Independen untuk mengusut tuntas peristiwa kericuhan yang terjadi pada bulan Agustus 2025. Hal tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Jumat, 12 September 2025.
Dalam keterangannya, Prabowo menekankan pentingnya penanganan yang adil, terbuka, dan tidak politis terhadap insiden tersebut. Ia menyebut bahwa pemerintah berkewajiban memberikan kejelasan kepada masyarakat atas peristiwa yang telah menimbulkan keresahan di sejumlah wilayah.
“Kami menyadari betul bahwa kericuhan yang terjadi pada bulan lalu menyisakan luka sosial. Untuk itu, saya setuju dan mendukung penuh pembentukan tim investigasi independen, agar proses penyelidikan berlangsung transparan, akuntabel, dan jauh dari intervensi politik,” ujar Prabowo.
Latar Belakang Kericuhan: Ketegangan Sosial yang Meningkat
Kericuhan yang dimaksud terjadi di beberapa titik pada awal hingga pertengahan Agustus 2025, dipicu oleh aksi demonstrasi yang berujung pada bentrokan antara massa dan aparat keamanan. Insiden ini menyebabkan sejumlah korban luka, kerusakan fasilitas umum, dan penangkapan beberapa orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang komprehensif mengenai akar masalah dan aktor di balik kericuhan tersebut, meskipun sejumlah versi beredar di ruang publik dan media sosial. Hal ini memicu spekulasi liar serta memperlebar ketidakpercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum dan pemerintah.
Dengan latar belakang inilah, muncul dorongan dari berbagai pihak agar dibentuk tim investigasi independen yang mampu menyelidiki kasus ini secara objektif dan tidak berpihak.
Struktur Tim: Lintas Disiplin dan Bebas Intervensi
Prabowo menjelaskan bahwa tim ini akan beranggotakan berbagai pihak yang memiliki integritas dan rekam jejak baik, antara lain:
- Akademisi dari universitas terkemuka
- Perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM)
- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)
- Mantan aparat penegak hukum yang netral
- Tokoh masyarakat dari organisasi lintas agama dan budaya
Komposisi ini diharapkan bisa menjamin keberimbangan perspektif, sehingga proses investigasi tidak hanya menitikberatkan pada aspek hukum, tetapi juga memperhatikan konteks sosial, HAM, dan keamanan nasional.
Tujuan Investigasi: Mengungkap Fakta, Bukan Mencari Kambing Hitam
Pemerintah menekankan bahwa misi utama tim ini bukan untuk menyalahkan satu pihak tertentu, melainkan untuk mengungkap fakta seutuhnya, termasuk:
- Kronologi kejadian
- Pihak-pihak yang terlibat
- Kesalahan prosedur, jika ada
- Rekomendasi kebijakan jangka pendek dan panjang
“Kami tidak mencari kambing hitam. Kami mencari kebenaran dan keadilan. Itulah satu-satunya cara untuk memulihkan kepercayaan publik,” kata Prabowo.
Hasil akhir investigasi ini akan dilaporkan langsung kepada Presiden dan kemudian diumumkan kepada publik dalam bentuk dokumen resmi agar dapat diakses secara terbuka.
Komitmen terhadap Penegakan Hukum dan HAM
Langkah ini sekaligus menjawab kritik dari masyarakat sipil dan pegiat HAM yang sebelumnya menilai penanganan kericuhan Agustus terkesan represif dan tidak transparan. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah sangat menghormati prinsip negara hukum, termasuk hak warga negara untuk berkumpul, menyampaikan pendapat, dan mendapatkan perlakuan adil.
“Kita tidak boleh menoleransi kekerasan, tapi kita juga tidak boleh melanggar hak-hak dasar warga negara dalam menangani konflik sosial. Ini ujian kedewasaan kita sebagai bangsa demokratis,” tegasnya.
Dukungan dari Berbagai Kalangan
Langkah ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga kelompok mahasiswa. Banyak pihak menyatakan harapan bahwa investigasi ini akan:
- Menjadi preseden positif dalam penyelesaian konflik sipil
- Mencegah politisi memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi
- Menumbuhkan kembali kepercayaan terhadap institusi negara
Tantangan: Tekanan Politik dan Persepsi Publik
Meski langkah ini diapresiasi, sejumlah pengamat politik menilai bahwa keberhasilan tim investigasi sangat tergantung pada independensi tim dan komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti hasil investigasi secara serius, termasuk jika ada pejabat negara yang terbukti melakukan pelanggaran.
Selain itu, tingginya distrust publik terhadap institusi negara pasca-kericuhan menjadi tantangan tersendiri bagi keberhasilan komunikasi dan publikasi hasil temuan tim.
Langkah Lanjutan: Rekomendasi Kebijakan
Prabowo menyatakan bahwa hasil investigasi nantinya tidak hanya akan digunakan sebagai dokumen hukum, tetapi juga sebagai dasar pembentukan kebijakan agar kejadian serupa tidak terulang. Beberapa langkah yang akan disiapkan meliputi:
- Reformasi prosedur pengamanan demonstrasi
- Peningkatan pelatihan aparat dalam menghadapi massa
- Penguatan kanal mediasi dan dialog antara pemerintah dan masyarakat
- Peninjauan ulang regulasi yang dianggap memicu konflik
Penutup: “Transparansi Adalah Tanda Kekuatan, Bukan Kelemahan”
Di akhir pernyataannya, Prabowo menekankan bahwa pembentukan tim investigasi independen bukan karena tekanan, melainkan karena kesadaran bahwa transparansi adalah bagian dari kekuatan pemerintahan demokratis.
“Dalam demokrasi, mengakui adanya masalah bukan berarti lemah. Justru dari sanalah kita memperbaiki diri dan tumbuh menjadi bangsa yang lebih dewasa,” ujarnya.

