Jakarta, Mata4.com – Menjelang aksi demonstrasi yang direncanakan oleh para pengemudi ojek online (ojol), pengamanan di sekitar kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) semakin diperketat. Sejumlah personel Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dikerahkan untuk menjaga keamanan di area Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (17/9). Langkah pengamanan ini merupakan bagian dari persiapan aparat keamanan dalam mengantisipasi potensi gangguan yang mungkin terjadi selama aksi berlangsung.
Persiapan dan Pengamanan di Lokasi
Sejak pagi hari, terlihat kehadiran ratusan personel Brimob berseragam lengkap yang berjaga di sekitar kantor Kemenhub, didukung dengan mobil taktis dan kendaraan pengurai massa. Barikade pengamanan juga mulai dipasang di beberapa titik strategis untuk mengatur alur massa dan membatasi akses masuk ke lingkungan kementerian.
Kombes Pol. Endra Zulpan, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur pengamanan demonstrasi yang telah diatur oleh peraturan kepolisian.
“Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sesuai dengan Undang-Undang, namun kami juga memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban umum serta kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Selain Brimob, aparat Polri dari Satlantas, Sabhara, dan petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta turut dikerahkan untuk mengatur lalu lintas dan memastikan keamanan selama aksi berlangsung.
Latar Belakang Demo Ojol dan Tuntutan Utama
Demonstrasi yang direncanakan ini diinisiasi oleh sejumlah komunitas pengemudi ojek online yang sudah lama menyuarakan berbagai keluhan terkait kondisi kerja mereka yang dinilai belum adil. Pengemudi ojol menuntut perbaikan tarif dasar jasa yang dianggap terlalu rendah sehingga menyulitkan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Selain itu, para pengemudi juga menyoroti sistem potongan komisi yang diterapkan oleh perusahaan aplikasi transportasi online. Mereka menilai potongan tersebut memberatkan pendapatan mereka dan kurang transparan.
Tuntutan lain yang disampaikan antara lain:
- Perlindungan hukum dan jaminan sosial, termasuk asuransi kesehatan dan keselamatan kerja.
- Peninjauan kembali kebijakan yang memengaruhi penghasilan pengemudi.
- Keterlibatan pengemudi dalam proses pengambilan kebijakan yang berdampak langsung pada mereka.
Seorang perwakilan komunitas pengemudi, yang memilih anonim karena alasan keamanan, mengatakan, “Kami berharap pemerintah dan perusahaan aplikasi mendengarkan suara kami dan memberikan solusi nyata. Ini bukan hanya soal tarif, tapi juga keberlangsungan hidup kami.”
Respons dan Sikap Pemerintah
Pihak Kementerian Perhubungan menanggapi rencana aksi tersebut dengan sikap terbuka. Melalui juru bicaranya, Kemenhub menegaskan bahwa mereka selalu siap berdialog dan menerima aspirasi para pengemudi ojol.
“Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk menciptakan regulasi yang adil dan berimbang bagi seluruh pemangku kepentingan. Kami menyambut baik aspirasi para mitra pengemudi dan siap menampung masukan demi perbaikan kebijakan ke depan,” ujar juru bicara Kemenhub.
Kemenhub juga menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek regulasi transportasi online agar lebih berpihak kepada pengemudi sekaligus menjaga keberlanjutan layanan bagi masyarakat.
Pengalaman Demonstrasi Sebelumnya
Demonstrasi yang melibatkan pengemudi ojek online bukanlah hal baru di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah aksi sudah digelar untuk menuntut perbaikan kondisi kerja, tarif, dan jaminan sosial. Beberapa aksi sempat berujung pada kemacetan dan gangguan lalu lintas yang signifikan.
Aparat keamanan dan pemerintah pun terus belajar dari pengalaman-pengalaman tersebut dengan menyiapkan langkah antisipatif, seperti pengamanan yang lebih ketat dan jalur pengalihan lalu lintas, agar aksi tetap berlangsung aman dan damai.
Dampak Terhadap Lalu Lintas dan Imbauan Masyarakat
Pengamanan ketat di sekitar Kemenhub dan potensi konsentrasi massa menyebabkan beberapa ruas jalan di kawasan Medan Merdeka Barat hingga Jalan Majapahit mengalami kepadatan dan kemacetan. Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan aktif mengatur arus lalu lintas dan mengalihkan kendaraan ke rute alternatif untuk mengurangi penumpukan kendaraan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan tersebut selama berlangsungnya aksi.
“Kami mengimbau pengendara untuk bersabar dan menggunakan jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan,” ujarnya.
Harapan dari Berbagai Pihak
Semua pihak—mulai dari pengemudi ojol, pemerintah, hingga aparat keamanan—berharap agar aksi unjuk rasa ini dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan damai. Para pengemudi berharap aspirasi mereka didengar dan mendapat solusi yang nyata, sementara pemerintah ingin menjaga ketertiban umum dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Para pengemudi ojol juga mengajak seluruh peserta aksi untuk menjaga sikap dan menghindari tindakan anarkistis yang dapat merugikan semua pihak.
Kesimpulan
Pengamanan ketat oleh Brimob dan aparat keamanan di sekitar Kemenhub menjelang demo ojol merupakan langkah antisipasi yang penting untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas. Demo yang akan berlangsung diharapkan menjadi media penyampaian aspirasi yang damai dan konstruktif antara pengemudi ojol dan pemerintah.
Dengan dialog yang terbuka dan komunikasi yang baik, diharapkan regulasi dan kebijakan yang ada bisa lebih berpihak kepada kesejahteraan para pengemudi sekaligus menjaga pelayanan optimal bagi masyarakat pengguna transportasi online.

