Bekasi, Mata4.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut rencana gencatan senjata di Jalur Gaza, namun menegaskan agar momen krusial ini tidak lantas menjadi ‘harapan palsu’ bagi rakyat Palestina yang telah lama menderita akibat konflik berkepanjangan.
Peringatan tegas ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, Tom Fletcher, melalui akun media sosialnya pada Kamis (9/10/2025). Fletcher menekankan bahwa upaya kesepakatan damai yang tengah digagas harus segera diterjemahkan dalam aksi nyata di lapangan.
“Mari kita bebaskan para sandera dan segera kirimkan bantuan. Kami kerahkan tim penuh untuk memobilisasi truk besar-besaran dan menyelamatkan nyawa. Mereka membutuhkan akses yang aman,” tulis Fletcher.
Ia menambahkan, momentum penting yang telah diperjuangkan sekian lama oleh dunia tidak boleh berakhir sia-sia.
“Momen ini, yang telah lama kita perjuangkan, jangan sampai menjadi harapan palsu bagi semua yang menginginkan berakhirnya konflik,” imbuhnya, menyoroti kekhawatiran PBB terhadap kemungkinan mandeknya implementasi kesepakatan.
Koordinasi Fletcher di Arab Saudi
Fletcher dilaporkan berada di Arab Saudi untuk berkoordinasi langsung dengan tim PBB di Gaza, mitra Amerika Serikat, serta otoritas regional. Menurutnya, koordinasi ini vital untuk memanfaatkan peluang kesepakatan damai yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump dengan tujuan menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin.

Kesepakatan yang dirujuk Fletcher adalah perjanjian 20 poin yang bertujuan mengakhiri konflik di Gaza. Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani tahap pertama dari rencana tersebut pada Rabu (8/10/2025).
Syarat Berat Kesepakatan Damai
Tahap awal perjanjian mencakup dua poin mendesak: pembebasan sandera yang ditawan Hamas dan penarikan pasukan Israel menuju garis demarkasi yang telah disepakati. Namun, rencana ini juga menuntut Hamas melucuti senjata mereka dan menyerahkan pemerintahan Gaza kepada komite teknokrat Palestina yang apolitis, diawasi langsung oleh dewan internasional di bawah pimpinan Trump.
Baca Juga:
bgn resmikan sppg jatijajar depok
Tuntutan pelucutan senjata diprediksi menjadi batu sandungan besar dalam implementasi penuh kesepakatan, karena menuntut perubahan drastis dalam struktur kekuasaan di Gaza.
Prioritas PBB: Rakyat Palestina dan Bantuan Kemanusiaan
Peringatan PBB melalui Fletcher menekankan bahwa di balik gembar-gembor politik kesepakatan, nasib rakyat Palestina di Gaza yang bergantung pada bantuan kemanusiaan tidak boleh diabaikan. Akses bantuan dan perlindungan nyawa menjadi fokus utama, sekaligus ujian nyata bagi keberhasilan implementasi rencana damai.
Dunia kini menunggu, apakah kesepakatan ini akan menjadi solusi permanen atau sekadar janji kosong yang gagal diterjemahkan di lapangan.
