Bekasi, Mata4com – Kepengurusan baru Karang Taruna Kota Bekasi masa bakti 2026–2031 diminta tidak sekadar menjalankan roda organisasi, tetapi mampu menghadirkan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.
Ketua Karang Taruna Kota Bekasi, Darkam Suryadi, menegaskan bahwa pelantikan dan pengukuhan pengurus yang digelar di Plaza Patriot, Bekasi Selatan, Jumat (30/10/2026), menjadi titik awal bagi jajaran Karang Taruna untuk bergerak menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Menurut Darkam, seluruh pengurus yang baru dilantik harus segera menyusun langkah konkret agar keberadaan Karang Taruna benar-benar dirasakan masyarakat.
“Pelantikan dan pengukuhan ini artinya teman-teman semua pengurus mulai start untuk memberikan kontribusi yang positif bagi Pemerintah Kota Bekasi, terutama dalam rangka mengentaskan masalah-masalah sosial,” ujar Darkam seusai acara.
Untuk menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam program nyata, Karang Taruna Kota Bekasi akan menggelar rapat kerja pada 6 November 2026. Forum tersebut akan menjadi ruang untuk menyusun berbagai program kerja sekaligus menyelaraskannya dengan program Pemerintah Kota Bekasi.
Darkam berharap, melalui rapat kerja tersebut akan lahir program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia juga membawa semangat “Bersatu, Bergerak, Berdampak, Gotong Royong” sebagai pijakan bagi seluruh jajaran Karang Taruna Kota Bekasi dalam menjalankan organisasi selama lima tahun ke depan.
Bersatu di Tengah Keberagaman
Darkam menjelaskan, kata “bersatu” memiliki makna penting bagi Karang Taruna. Kota Bekasi merupakan daerah dengan masyarakat yang majemuk, terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, ras dan golongan.
Karena itu, menurutnya, perbedaan tidak boleh menjadi penghalang bagi para pemuda untuk bersama-sama membangun daerah.
“Kita bersatu dalam persaudaraan karena di Kota Bekasi dan seluruh Indonesia kita sangat majemuk, berbeda ras, suku, agama dan antargolongan. Tentunya, kita harus mengedepankan persatuan,” katanya.
Setelah bersatu, lanjut Darkam, kader Karang Taruna harus bergerak. Ia ingin organisasi kepemudaan tersebut tidak berhenti pada kegiatan internal, tetapi hadir di tengah masyarakat melalui aksi dan kerja nyata.
“Bergerak, tentunya teman-teman Karang Taruna se-Indonesia harus bergerak nyata dalam rangka kebermanfaatan dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan, ukuran keberhasilan Karang Taruna bukan hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang digelar, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Berdampak, tentunya Karang Taruna harus berdampak kepada masyarakat dengan kerja-kerja nyata,” tegas Darkam.
Diminta Responsif terhadap Persoalan Sosial
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan pengurus Karang Taruna bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal untuk membuktikan komitmen organisasi kepada masyarakat.
Ia berharap Karang Taruna Kota Bekasi mampu menjadi organisasi kepemudaan yang kreatif, energik dan cepat merespons berbagai persoalan sosial.
Selain itu, Karang Taruna juga diharapkan memiliki kepedulian dan empati yang kuat terhadap kondisi masyarakat serta tetap menjunjung tinggi semangat nasionalisme.
Ketua Karang Taruna Jawa Barat Ahmad Taufik turut memberikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus Karang Taruna Kota Bekasi yang baru dikukuhkan.
Ia berharap pengalaman kepengurusan sebelumnya dapat menjadi modal untuk membawa organisasi semakin mandiri melalui penguatan program dan inovasi.
Pelantikan dan pengukuhan pengurus Karang Taruna Kota Bekasi periode 2026–2031 tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Bekasi, anggota DPRD Jawa Barat yang menjabat sebagai Dewan Pembina Karang Taruna, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bekasi.
Dengan kepengurusan baru dan semangat Bersatu, Bergerak, Berdampak, Gotong Royong, Karang Taruna Kota Bekasi diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam menjawab berbagai persoalan sosial sekaligus membuka ruang lebih luas bagi pemuda untuk berkontribusi dalam pembangunan Kota Bekasi.
