Bekasi, Mata4com – Aparatur Kelurahan Sumurbatu bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi melakukan pemantauan lapangan intensif terkait penanganan keluhan bau dari aktivitas pengolahan limbah sisa makanan milik usaha “Metamorfosa” di RT 001 RW 05, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kamis (16/7/2026).
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari mediasi antara warga terdampak dengan pihak pengelola usaha yang telah digelar pada Senin (13/7/2026).
Pemantauan di lapangan dipimpin Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup serta Penegakan Hukum (PPKLHPH) DLH Kota Bekasi, Wulan Agustina, bersama tim Gakkum DLH. Turut hadir Kepala UPTD Kebersihan DLH Kecamatan Bantargebang Deddy Iskandar, serta Kepala Seksi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Kelurahan Sumurbatu Feryandi.
Selain itu, kegiatan juga diikuti perwakilan warga, Ifan, dan perwakilan manajemen usaha “Metamorfosa”, Yani.
Berdasarkan hasil verifikasi di lokasi, tim gabungan mencatat adanya penurunan signifikan terhadap intensitas bau menyengat dibandingkan sebelum dilakukan mediasi. Perbaikan teknis yang dilakukan pihak pengelola dinilai mulai memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Warga pun menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan pengelola usaha. Meski demikian, masyarakat berharap upaya pengendalian bau dapat dilakukan secara konsisten agar tidak kembali menimbulkan gangguan di kemudian hari.
Di sisi lain, DLH Kota Bekasi juga melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen perizinan operasional usaha tersebut. Sebagai tindak lanjut, DLH menjadwalkan pertemuan lanjutan guna memastikan kepatuhan administratif dalam pengelolaan limbah.
DLH menegaskan, pengawasan terpadu antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kualitas lingkungan. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kenyamanan serta kesehatan warga di wilayah Bantargebang.
