Bekasi, Mata4com – Kehadiran Forum Penguatan Ideologi Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (FPIPPWK) Kota Bekasi mendapat sambutan positif dari Forum RW Kelurahan Bojong Rawalumbu.
Forum tersebut dinilai menjadi ruang penting untuk kembali menghidupkan pembahasan mengenai nilai-nilai Pancasila, pendidikan moral dan wawasan kebangsaan yang selama ini dinilai perlu diperkuat dari lingkungan masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua Forum RW Kelurahan Bojong Rawalumbu, Wibowo, menjelang pelaksanaan Dialog Implementasi Kebangsaan yang akan digelar di Balai RW 24, Kemang Pratama, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Sabtu (19/9) mendatang.
Menurut Wibowo, kehadiran FPIPPWK menjadi angin segar karena ada forum yang secara khusus memberikan perhatian terhadap penguatan wawasan kebangsaan dan implementasi nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
“Menurut saya, keberadaan forum ini sangat penting. Akhirnya ada forum yang peduli terhadap wawasan kebangsaan dan bagaimana nilai-nilai Pancasila bisa benar-benar diterapkan dalam kehidupan masyarakat,” ujar Wibowo, Senin (14/9).
Ia mengatakan, persoalan kebangsaan tidak hanya menjadi urusan pemerintah atau lembaga pendidikan. Lingkungan keluarga dan masyarakat juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda.
Karena itu, menurutnya, nilai kedisiplinan, moral, etika dan sopan santun perlu ditanamkan sejak dini. Pendidikan tersebut tidak cukup hanya melalui teori, tetapi harus diwujudkan melalui contoh dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagaimana kita memupuk rasa kedisiplinan sejak dini dan memberikan nilai-nilai kebangsaan kepada anak bangsa. Ini harus dimulai dari lingkungan yang paling dekat, yaitu keluarga dan masyarakat,” katanya.
Wibowo menilai keberadaan forum seperti FPIPPWK juga penting untuk menjawab berbagai perubahan dan persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, penguatan ideologi Pancasila harus mampu menyentuh persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, terutama berkaitan dengan karakter generasi muda.
Ia mencontohkan persoalan narkoba, tawuran pelajar dan remaja, hingga menurunnya sikap sopan santun serta etika dalam kehidupan sosial.
“Distorsi mental seperti sopan santun juga harus diedukasi. Jangan sampai persoalan narkoba, tawuran dan persoalan moral dibiarkan tanpa ada upaya pencegahan dari lingkungan,” ujarnya.
Wawasan Kebangsaan Harus Dimulai dari RW
Wibowo berpandangan, ketua RW memiliki posisi strategis dalam meneruskan pesan-pesan kebangsaan kepada masyarakat.
RW merupakan lingkungan yang bersentuhan langsung dengan warga sehingga berbagai program penguatan karakter dan wawasan kebangsaan dapat lebih mudah diterapkan secara nyata.
“Mulainya dari lingkungan kita. Kalau ketua RW memahami pentingnya kedisiplinan, moral dan wawasan kebangsaan, kemudian disampaikan kepada warga, saya yakin dampaknya akan lebih luas,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya keteladanan dalam menjalankan nilai keadilan sosial. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila akan lebih mudah diterima masyarakat apabila para pemimpin dan tokoh masyarakat terlebih dahulu memberikan contoh.
“Keadilan sosial itu, kalau dari atas tidak memberikan contoh dan justru tajam ke bawah, maka keadilan tidak akan terjadi,” tegasnya.
Karena itu, ia berharap Dialog Implementasi Kebangsaan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi awal dari gerakan bersama untuk memperkuat wawasan kebangsaan di tingkat kewilayahan.
Dihadiri Ketua RW se-Kecamatan Rawalumbu
Dialog Implementasi Kebangsaan yang digagas FPIPPWK Kota Bekasi tersebut rencananya akan dihadiri seluruh ketua RW se-Kecamatan Rawalumbu.
Sejumlah unsur pemerintah dan aparat juga dijadwalkan hadir sebagai tamu undangan, di antaranya Wali Kota Bekasi, Wakil Wali Kota Bekasi, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Dandim 0507/Bekasi, Kapolres Metro Bekasi Kota serta sejumlah pejabat lainnya.
Wibowo berharap pertemuan tersebut dapat menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat, tokoh masyarakat dan pengurus kewilayahan.
Baginya, membangun wawasan kebangsaan bukan pekerjaan satu pihak. Dibutuhkan keterlibatan bersama agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi materi yang dibicarakan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Kita berharap forum ini bisa terus berjalan dan memberikan wawasan kepada para ketua RW. Dari RW kemudian diteruskan kepada warga. Jadi penguatan kebangsaan benar-benar dimulai dari lingkungan masyarakat,” pungkasnya.
