Bekasi, Mata4com – Rencana penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di Plaza Patriot mendapat dukungan dari Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi. Kegiatan yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) ini dinilai tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, Chairun Nisa, menegaskan bahwa agenda nobar yang diperkirakan akan dihadiri ribuan masyarakat harus dikelola secara optimal agar memberikan manfaat lebih luas bagi daerah.
Menurutnya, pemanfaatan aset milik Pemerintah Kota Bekasi seperti Plaza Patriot semestinya mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.
“Penggunaan aset pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi daerah. Selain menjadi ruang hiburan masyarakat, kegiatan ini juga harus mampu menghasilkan nilai tambah bagi PAD,” ujar Chairun Nisa.
Ia menjelaskan, potensi peningkatan PAD dari kegiatan tersebut dapat berasal dari berbagai sektor, mulai dari kerja sama sponsorship, pemanfaatan ruang iklan, pengelolaan parkir, hingga sumber pendapatan lainnya yang dapat dioptimalkan selama acara berlangsung.
Tak hanya soal pendapatan daerah, Chairun Nisa juga menyoroti pentingnya pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Ia meminta agar UMKM Kota Bekasi diberikan prioritas dalam pengisian tenant, khususnya di sektor makanan dan minuman.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar dampak ekonomi dari kegiatan nobar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“UMKM Kota Bekasi harus menjadi prioritas agar kegiatan ini tidak hanya meramaikan suasana, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia pun berharap adanya sinergi yang kuat antara Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD dalam menyukseskan penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026. Selain berlangsung meriah, kegiatan ini diharapkan dapat berjalan tertib dan aman, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pelaku usaha lokal, serta meningkatkan PAD Kota Bekasi.
Dengan pengelolaan yang tepat, nobar Piala Dunia 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kumpul warga, tetapi juga momentum strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah.
