Bekasi, Mata4com – Keluhan terkait mahalnya harga seragam sekolah kembali mencuat di Kota Bekasi. Kali ini datang dari salah satu wali murid SMP Negeri di wilayah Margahayu yang mengaku terbebani dengan kebijakan pembelian seragam melalui sekolah.
Wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, sebut saja MU, mengungkapkan bahwa dirinya merasa keberatan dengan harga paket seragam yang dinilai terlalu tinggi dan tidak masuk akal.
“Untuk harga seragam total satu juta dua ratus ribu, bang. Saya duit dari mana,” keluh MU kepada Mata4com, Senin (20/7).
Seragam Baju Batik, baju muslim, baju olahraga, kerudung, gesper, bet, dan dasi diduga jadi bisnis menggiurkan
Menurutnya, harga tersebut jauh di atas perkiraan umum. Ia menyebut, jika membeli seragam secara mandiri di pasaran, biaya yang dikeluarkan diperkirakan hanya berkisar antara Rp600 ribu hingga Rp700 ribu.
Perbedaan harga yang hampir dua kali lipat ini pun menimbulkan kecurigaan di kalangan orang tua siswa. Mereka mempertanyakan transparansi dan mekanisme pengadaan seragam yang dinilai memberatkan, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.
MU juga menyoroti adanya kesan “wajib” dalam pembelian seragam melalui sekolah, sehingga orang tua tidak memiliki pilihan lain untuk mencari alternatif yang lebih terjangkau.
“Kalau memang boleh beli di luar mungkin kami bisa cari yang lebih murah. Tapi ini seperti sudah ditentukan harus dari sekolah,” tambahnya.
Kondisi ini memunculkan dugaan adanya potensi praktik tidak wajar dalam penentuan harga, termasuk kemungkinan mark-up yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
Tim Mata4com akan terus mendalami persoalan ini dengan mengumpulkan data dan keterangan dari berbagai pihak terkait, termasuk pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Bekasi.
Jika terbukti ada pelanggaran atau praktik yang merugikan masyarakat, diharapkan ada langkah tegas dari pemerintah untuk melindungi hak para orang tua dan memastikan dunia pendidikan tetap berjalan secara adil dan transparan.
