Bekasi, Mata4com – Tumpukan sampah di saluran drainase Jalan Swatantra V, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, seolah menjadi pemandangan yang tak lagi asing bagi warga.
Sampah terlihat menumpuk di dalam saluran yang berada di samping salah satu toko bangunan, seberang pom bensin SPBU. Kondisi tersebut tak hanya membuat lingkungan terlihat kumuh, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan kebersihan dan kesehatan warga sekitar.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia menduga sampah berasal dari berbagai aktivitas, termasuk kemungkinan sampah yang tercecer dari kendaraan pengangkut sampah yang melintas.
“Sudah lama sampah di selokan ini. Sampahnya mungkin ada yang dari warga atau sampah yang berjatuhan dari truk sampah yang lewat sini,” ujar warga tersebut saat ditemui di sekitar lokasi, Rabu (28/10/2026).
Jalan Swatantra V sendiri merupakan salah satu jalur yang dilalui kendaraan pengangkut sampah menuju kawasan TPST Bantargebang. Karena itu, aktivitas truk sampah di jalur tersebut turut menjadi perhatian warga ketika melihat adanya tumpukan sampah di sepanjang saluran.
Meski demikian, warga belum dapat memastikan apakah seluruh sampah yang berada di saluran tersebut berasal dari kendaraan pengangkut sampah maupun aktivitas masyarakat.

Kondisi saluran yang dipenuhi sampah juga menimbulkan kekhawatiran lain. Sampah yang bercampur dengan genangan air berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, terutama apabila tidak segera dibersihkan.
“Paling jadi sarang nyamuk kalau sampah di selokan gitu kan,” katanya.
Terkait potensi banjir, warga mengaku belum dapat memastikan apakah tumpukan sampah tersebut sudah mengganggu aliran air secara signifikan. Terlebih, posisi Jalan Swatantra V di sekitar lokasi memiliki kontur menurun.
“Kalau meluap sampai banjir nggak ya, karena jalanan itu kan turunan,” ujarnya.
Warga berharap kondisi tersebut mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun instansi terkait. Pembersihan saluran dinilai perlu dilakukan secara berkala agar fungsi drainase tetap berjalan dan lingkungan di sekitar jalan tidak semakin kumuh.
“Ya, paling segera dibenahi sama pemerintah biar bersih lingkungan di sini,” pungkasnya.
Tumpukan sampah di saluran drainase ini menjadi pengingat bahwa persoalan kebersihan tidak hanya soal mengangkut sampah dari tempat pembuangan, tetapi juga memastikan sampah tidak tercecer dan berakhir di saluran air yang menjadi bagian penting dari sistem lingkungan perkotaan. (Evan)
