Bekasi, Mata4com – Ajang Bekasi Open Archery Tournament 2026 resmi digelar sebagai bagian dari proses pemeringkatan atlet panahan di Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting yang direkomendasikan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jawa Barat dalam rangka menjaring atlet potensial untuk tim pemusatan latihan daerah (platda).
Ketua Pelaksana, Rudi Afandi, menjelaskan bahwa turnamen ini tidak hanya menjadi kompetisi biasa, tetapi juga berfungsi sebagai ajang seleksi awal menuju pembinaan atlet tingkat provinsi hingga nasional.
“Turnamen ini merupakan ajang pemeringkatan dari Pengprov Jabar untuk kebutuhan tim platda. Selain itu, juga menjadi sarana promosi dan degradasi bagi atlet, khususnya dari Kota Bekasi,” ujar Rudi.
Kejuaraan ini mempertandingkan beberapa kelompok usia, yakni U-15, U-18, serta kategori umum yang terbuka untuk level nasional. Adapun nomor yang dilombakan terbagi dalam empat kategori, yaitu recurve, compound, standar nasional, dan barebow.
Sebanyak 675 peserta dari wilayah Jabodetabek turut ambil bagian dalam turnamen ini. Kompetisi dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari, mulai Senin hingga 2 Mei 2026.
Rudi menambahkan, hasil dari kejuaraan ini akan menjadi salah satu indikator dalam menentukan atlet yang berpotensi masuk ke dalam program pemusatan latihan daerah (Pelatda) sebagai persiapan menuju Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) Jawa Barat.
“Melalui ajang ini, kami ingin melihat perkembangan atlet sekaligus menentukan siapa saja yang layak dipromosikan ke level lebih tinggi, termasuk Pelatda BK PON,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa nomor compound, baik putra maupun putri, masih menjadi andalan Kota Bekasi dalam setiap kejuaraan panahan. Oleh karena itu, pihaknya optimistis atlet-atlet dari daerah tersebut mampu bersaing dan meraih hasil maksimal.
Turnamen ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas atlet panahan di Bekasi dan Jawa Barat secara umum. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan berkelanjutan dalam mencetak atlet berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.
