Bekasi, Mata4com – Polemik revitalisasi Pasar Kranji Baru kembali mencuat. Kali ini, isu perubahan nama pengembang menjadi sorotan publik di tengah proses pembangunan yang dinilai belum menunjukkan progres signifikan.
Perusahaan pengembang yang sebelumnya dikenal sebagai PT Anisa Bintang Blitar (ABB) disebut-sebut berubah nama menjadi PT Anugerah Bekasi Bersaudara, namun tetap menggunakan singkatan yang sama, yakni PT ABB. Informasi tersebut beredar luas setelah dimuat dalam salah satu media online, yang mengutip pernyataan pejabat Pemerintah Kota Bekasi terkait pembahasan adendum kontrak pengelolaan pasar.
Dalam pemberitaan tersebut, disebutkan bahwa Pemkot Bekasi melalui Kepala Bagian Kerja Sama Setda, Bilang Harahap, memaparkan poin-poin adendum dengan menyebut nama PT Anugerah Bekasi Bersaudara sebagai pihak pengelola Pasar Kranji Baru yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian.
Isu perubahan nama ini pun menuai perhatian dari kalangan pemerhati pembangunan di Kota Bekasi. Mereka menilai, jika benar terjadi pergantian identitas perusahaan di tengah proyek berjalan, hal tersebut berpotensi menyalahi aturan dan perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Namun, bantahan tegas disampaikan Direktur PT Anisa Bintang Blitar, Rama. Saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, ia memastikan bahwa tidak ada perubahan nama perusahaan yang memenangkan tender revitalisasi Pasar Kranji Baru.
“Tidak benar ada pergantian nama. Perusahaan kami tetap PT Anisa Bintang Blitar. Kemungkinan ada kekeliruan dalam penyampaian informasi kepada media,” ujar Rama.
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan baru terkait keakuratan informasi yang beredar, sekaligus membuka ruang klarifikasi dari pihak pemerintah daerah. Hingga kini, belum ada keterangan resmi lanjutan dari Pemkot Bekasi terkait perbedaan penyebutan nama perusahaan tersebut.
Di sisi lain, masyarakat berharap polemik ini tidak menghambat percepatan pembangunan Pasar Kranji Baru yang telah lama dinantikan. Kejelasan status pengembang dinilai penting untuk menjamin transparansi dan keberlanjutan proyek revitalisasi tersebut.
Hal itu juga jadi sorotan Tokoh Pedagang Pasar Kranji baru, Sri Mulyono, dengan menilai semakin kacaunya pembangunan jika benar berganti nama.
Menurut Mulyono, seharusnya pengembang fokus pembangunan pasar yang seharusnya gedung baru sudah bisa ditempati pedagang sejak 2022, namun mangkrak sampai sekarang.
“kita dapet kiriman dari grup WhatsApp pedagang. Katanya PT ABB ganti nama. Pedagang makin resah aja,” ungkapnya.
Bukan hal biasa, karena pantauan tim Mata4com isu pergantian nama sudah beredar di kalangan pedagang dan masyarakat.
