Bandung, Mata4com —Bencana tanah longsor menerjang sebuah rumah warga di Kampung Cibitung, Desa Ganjarsari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat. Akibat kejadian tersebut, satu orang penghuni rumah mengalami luka-luka setelah sempat tertimbun material longsor.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.30 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Tingginya curah hujan diduga menyebabkan tebing di sekitar permukiman menjadi labil hingga akhirnya longsor dan menghantam rumah warga.
Korban diketahui bernama Kurnia Atmaja. Saat kejadian berlangsung, korban berada di dalam rumah ketika material tanah dan puing bangunan tiba-tiba menerjang serta merobohkan sebagian bangunan tempat tinggalnya.
Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Cikalongwetan, Pipin Irawan, mengatakan korban sempat tertimbun material longsor sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh warga.
“Korban sempat tertimbun material longsor sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga sekitar,” kata Pipin.
Mengetahui adanya longsor, warga sekitar langsung melakukan upaya penyelamatan secara gotong royong dengan menggunakan peralatan seadanya. Proses pencarian dan evakuasi berlangsung cukup cepat hingga korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
“Proses evakuasi berlangsung sekitar 20 menit hingga korban berhasil ditemukan dan diselamatkan dalam kondisi hidup,” ujarnya.
Akibat bencana tersebut, rumah yang ditempati korban mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak dihuni. Korban bersama tiga anggota keluarganya kini terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat untuk menghindari risiko longsor susulan.
Berdasarkan data sementara, satu kepala keluarga dengan total empat jiwa terdampak langsung dalam peristiwa tersebut. Selain kehilangan tempat tinggal, keluarga korban juga membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan.
Pemerintah setempat menyebut sejumlah bantuan mendesak yang dibutuhkan saat ini meliputi terpal, logistik, serta kebutuhan sandang dan pangan bagi korban terdampak.
“Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah terpal, logistik, serta bantuan sandang dan pangan untuk para korban,” tutur Pipin.
