Bandung, Mata4com — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti aksi gerombolan bermotor yang membawa dan mengacungkan senjata tajam di kawasan Flyover Pasupati hingga berujung tawuran di wilayah Babakan Ciparay. Peristiwa yang sempat viral di media sosial tersebut kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung bersama aparat keamanan.
Dalam kasus tersebut, kepolisian telah mengamankan empat orang terduga pelaku berinisial RM (14), MR (15), MRA (19), dan MS (16). Dua di antaranya masih berstatus pelajar SMP, sementara dua lainnya telah lulus sekolah.
Menanggapi kejadian itu, Farhan menegaskan bahwa Pemkot Bandung bersama kepolisian akan meningkatkan patroli di berbagai wilayah guna menjaga keamanan dan mencegah terulangnya aksi serupa.
“Pada dasarnya yang akan kita lakukan adalah, bahwa kita akan keliling menggunakan kendaraan patroli untuk menunjukkan sebetulnya rasa aman kepada warga,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan di jalan-jalan utama, tetapi juga harus diperkuat hingga tingkat kewilayahan seperti kecamatan dan kelurahan. Pemerintah daerah ingin memastikan lingkungan permukiman tetap aman dan terhindar dari berbagai potensi gangguan keamanan.
Farhan mengatakan patroli gabungan akan melibatkan unsur kepolisian, Brimob, serta TNI melalui jajaran Kodim yang akan berkeliling Kota Bandung selama 24 jam.
“Kami bersama kepolisian, Brimob, dan patroli dari Kodim akan berkeliling Kota Bandung selama 24 jam,” katanya.
Selain menjaga keamanan jalanan, petugas juga akan memantau aktivitas kelompok masyarakat yang berkumpul hingga larut malam. Langkah tersebut dilakukan bukan untuk membubarkan warga, melainkan memastikan mereka tetap aman dan tidak terlibat maupun menjadi korban tindak kriminal.
Farhan menilai patroli harus dilakukan secara lebih intensif, terutama menjelang masa libur sekolah. Menurutnya, periode liburan kerap menjadi waktu yang rawan munculnya berbagai aktivitas negatif yang melibatkan remaja.
“Memang ada kecenderungan tingkat kekerasan yang dilakukan oleh remaja terjadi ketika mulai masuk masa libur sekolah,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bandung bersama aparat keamanan berharap penguatan patroli dan pengawasan di tingkat kewilayahan dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat serta mencegah munculnya aksi kekerasan maupun gangguan ketertiban yang melibatkan kelompok remaja di Kota Bandung.
