Bekasi, Mata4com — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pelatihan konten dan digital marketing. Program tersebut digelar di Asrama Haji Kota Bekasi, Rabu (29/7), dengan melibatkan puluhan peserta dari berbagai sektor usaha.
Ketua Baznas Kota Bekasi, Drs. Sudarsono, mengatakan pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Baznas Kota Bekasi dan Baznas RI. Sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan tersebut, yang mayoritas merupakan pelaku UMKM di Kota Bekasi, termasuk UMKM binaan Baznas.
“Untuk struktur dan alur pelatihan sepenuhnya dari Baznas RI. Baznas Kota Bekasi berperan menyediakan tempat dan menghadirkan peserta,” ujar Sudarsono.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di Kota Bekasi, meskipun program serupa telah lebih dahulu berjalan di berbagai daerah lain. Ke depan, Baznas akan melakukan monitoring guna memastikan adanya peningkatan kualitas usaha para peserta.
“Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam pengembangan usaha masing-masing,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, Kota Bekasi tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, sehingga peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas utama.
“Kota Bekasi tidak punya sumber daya alam, kita hanya punya SDM. Maka itu harus menjadi fokus kita,” ujarnya dalam sambutan.
Wiwiek menilai, pemahaman digital marketing menjadi hal yang tidak bisa dihindari di tengah perkembangan zaman. Ia menekankan bahwa pertumbuhan usaha harus dimulai dari kemampuan memperkenalkan produk secara luas melalui platform digital.
“Peserta yang hadir adalah pelaku usaha, bukan pelaku media sosial atau influencer. Tapi di era sekarang, cara berjualan dari pintu ke pintu sudah tidak relevan. Dunia digital harus dimanfaatkan,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara teori dan praktik agar pelatihan tidak berakhir sia-sia. Menurutnya, fokus pada penerapan ilmu yang sederhana namun konsisten akan lebih berdampak dibandingkan memahami banyak teori tanpa implementasi.
“Kita tidak perlu banyak ilmu, tapi cukup sedikit yang benar-benar diterapkan secara fokus. Jangan sampai apa yang dipelajari menjadi mubazir,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM di Kota Bekasi mampu meningkatkan daya saing usahanya serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pengembangan bisnis secara berkelanjutan.
