Palembang, – Seorang YouTuber otomotif populer dengan nama panggung Om Mobi menjadi korban pungutan liar (pungli) parkir saat berkunjung ke Kota Palembang, Sumatra Selatan. Insiden tersebut menjadi viral di media sosial setelah video kejadian itu diunggah oleh Om Mobi ke kanal YouTube-nya, menyoroti praktik pungli yang kerap terjadi di ruang publik.
Dalam video tersebut, tampak Om Mobi sedang memarkir mobilnya di salah satu kawasan kuliner di Palembang. Ia kemudian didatangi seorang pria yang mengenakan rompi petugas parkir, namun tidak menunjukkan identitas resmi dan mematok tarif parkir tidak wajar, bahkan memaksa untuk dibayar secara tunai tanpa karcis.
Viral di Media Sosial
Rekaman tersebut menuai ribuan komentar dari warganet yang mengaku pernah mengalami hal serupa, tidak hanya di Palembang, tetapi juga di berbagai kota besar di Indonesia. Banyak yang mengapresiasi keberanian Om Mobi dalam mengangkat isu pungli yang selama ini dianggap sepele namun sangat merugikan masyarakat.
“Ini bukan soal besar kecilnya uang, tapi soal ketertiban dan kejujuran. Kalau dibiarkan, pungli seperti ini bisa terus terjadi dan dianggap biasa,” ujar Om Mobi dalam videonya.

www.service-ac.id
Respons Cepat Polisi: Pelaku Ditangkap
Tak butuh waktu lama, pihak kepolisian Polrestabes Palembang merespons cepat laporan tersebut. Setelah melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman video dan informasi lokasi, pelaku pungli akhirnya berhasil diamankan pada keesokan harinya.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, menyatakan bahwa pelaku merupakan petugas parkir liar yang tidak terdaftar secara resmi pada Dinas Perhubungan Kota Palembang.
“Pelaku sudah kami amankan dan dimintai keterangan. Yang bersangkutan mengakui perbuatannya dan telah meminta maaf secara terbuka,” ujar Kombes Harryo dalam konferensi pers, Minggu (28/7).
Pelaku Minta Maaf di Hadapan Publik
Dalam video permintaan maaf yang juga beredar di media sosial, pelaku mengenakan pakaian biasa dan menyampaikan permohonan maaf kepada Om Mobi dan masyarakat Palembang. Ia mengaku khilaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
“Saya minta maaf kepada Om Mobi dan semua warga. Saya menyesal dan berjanji tidak akan memungut uang parkir secara ilegal lagi,” kata pelaku sambil menundukkan kepala.
Pemkot Palembang Turun Tangan
Wali Kota Palembang, Harnojoyo, turut menanggapi insiden tersebut. Ia menyayangkan kejadian pungli yang mencoreng citra kota dan meminta Dinas Perhubungan untuk memperketat pengawasan terhadap juru parkir liar.
“Ini jadi evaluasi serius bagi kami. Kami akan meningkatkan pengawasan dan menindak tegas juru parkir ilegal. Kepercayaan masyarakat dan tamu dari luar daerah harus dijaga,” ujar Harnojoyo.
Dinas Perhubungan Palembang juga diminta segera menertibkan titik-titik rawan pungli serta memperjelas sistem parkir resmi dengan penanda dan identitas petugas yang sah.
Masyarakat Diharapkan Aktif Melapor
Kapolrestabes juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan tindakan pungli atau pemalakan di tempat umum. Laporan bisa disampaikan langsung ke polisi terdekat atau melalui layanan pengaduan online.
“Dengan dukungan masyarakat, kami bisa lebih cepat bertindak. Jangan takut untuk melapor,” tegas Kombes Harryo.
Penutup
Insiden yang dialami Om Mobi menjadi peringatan penting bahwa pungli masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah. Keberanian publik figur dalam menyuarakan ketidakberesan di lapangan patut diapresiasi dan dijadikan momentum bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk bertindak lebih tegas.
Masyarakat pun diharapkan tetap waspada, berani melapor, dan mendukung terciptanya ruang publik yang bersih dari praktik pungli dan premanisme.
