Bekasi, Mata4.com — Polres Metro Bekasi Kota mengungkap pergeseran pola peredaran narkotika dan obat keras berbahaya yang kini semakin tertutup dan sulit terdeteksi. Dalam operasi lintas wilayah, aparat berhasil membongkar 49 kasus dengan total 98 tersangka.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kusumo Wahyu Bintoro, menyatakan bahwa tren baru menunjukkan pelaku mulai meninggalkan metode penjualan terbuka di warung atau toko. Sebagai gantinya, mereka menggunakan sistem cash on delivery (COD) untuk menghindari pengawasan petugas.
“Modus peredaran terus berkembang. Kini pelaku lebih banyak menggunakan sistem tertutup seperti COD,” ujar Kusumo dalam konferensi pers di Mapolres, Jumat (17/4/2026).
Dari total pengungkapan, sebanyak 37 kasus merupakan tindak pidana narkotika, sedangkan 61 kasus lainnya berkaitan dengan peredaran obat keras daftar G. Wilayah dengan tingkat peredaran tertinggi meliputi Bekasi Barat, Bekasi Timur, Pondok Gede, Jatisampurna, dan Bekasi Selatan.
Dalam operasi tersebut, polisi menyita berbagai barang bukti dengan nilai total diperkirakan mencapai Rp2,571 miliar. Barang bukti meliputi ganja seberat 45 kilogram, sabu 883,65 gram, ekstasi 71 butir, tembakau sintetis 759,55 gram, serta 271.680 butir obat keras. Jumlah tersebut disebut berpotensi menyelamatkan lebih dari 62.000 jiwa.
Kapolres menegaskan, peredaran obat keras daftar G menjadi perhatian serius karena mudah diakses dan memiliki harga relatif murah, sehingga rawan disalahgunakan oleh pelajar hingga mahasiswa.
“Dampaknya bukan hanya kesehatan, tetapi juga bisa memicu perilaku kriminal. Kami tidak akan memberikan kompromi terhadap pelaku,” tegasnya.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara, serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman hingga 12 tahun penjara.
Polres Metro Bekasi Kota juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan sebagai bagian dari upaya bersama memberantas peredaran narkoba yang kian adaptif di wilayah Kota Bekasi.
Penulis: Nugie
