Jakarta, Mata4.com — Saham PT Pakuwon Jati Tbk (kode saham: PWON) kembali menjadi pusat perhatian investor menjelang jadwal pembagian dividen tahun 2025. Perusahaan properti dan pengelola mal terbesar di Indonesia ini diperkirakan akan membagikan dividen yang menarik seiring dengan kinerja keuangan yang solid dan ekspansi proyek strategis yang sedang dijalankan.
Kinerja Keuangan PWON Kuartal I-2025: Stabil Meski Tantangan
Pada kuartal pertama tahun 2025, PWON mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,56 triliun, naik tipis 1,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didukung oleh segmen pendapatan berulang (recurring income) yang tumbuh signifikan sebesar 10% YoY menjadi Rp 1,32 triliun. Segmen ini mencakup pendapatan dari penyewaan ruang ritel, perkantoran, dan hotel, yang merupakan pilar utama bisnis PWON.
Namun, laba bersih PWON mengalami sedikit penurunan sebesar 8,9% YoY menjadi Rp 301,6 miliar, akibat tekanan pada marjin laba kotor dan biaya operasional yang meningkat. Meski demikian, posisi kas perusahaan justru membaik dan mencapai Rp 9,59 triliun per akhir Maret 2025, menunjukkan likuiditas yang sehat dan fleksibilitas keuangan yang cukup untuk membiayai ekspansi proyek.
Prospek Dividen PWON 2025: Menarik dengan Yield Kompetitif
Berdasarkan proyeksi dari analis, PWON diperkirakan akan membagikan dividen dengan payout ratio sebesar 30%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis sekitar 21%. Ini mencerminkan komitmen manajemen untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui pendistribusian laba.
Dengan dividend yield sekitar 3,5% berdasarkan harga saham terakhir pada 25 Juni 2025, PWON menawarkan imbal hasil dividen yang kompetitif di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Hal ini membuat saham PWON menarik bagi investor yang mencari stabilitas pendapatan dari dividen selain potensi kenaikan harga saham.
Rekomendasi Analis: Target Harga dan Strategi Investasi
Berbagai rumah riset sekuritas ternama memberikan rekomendasi positif untuk saham PWON menjelang dividen 2025. Maybank Sekuritas Indonesia dan Kiwoom Sekuritas menegaskan rating “BUY” dengan target harga saham di level Rp 580 per lembar, yang merepresentasikan potensi kenaikan signifikan dibanding harga pasar saat ini.
Analis dari Ciptadana Sekuritas juga menyoroti potensi pendapatan berulang dan strategi diversifikasi pendapatan sebagai faktor kunci yang mendukung valuasi saham PWON. Pendekatan konservatif namun agresif dalam pengembangan proyek baru serta ekspansi hotel dan mal menjadi daya tarik utama bagi investor.

www.service-ac.id
Ekspansi dan Strategi Bisnis 2025: Kunci Pertumbuhan
PWON membidik target marketing sales sebesar Rp 1,8 triliun pada 2025, naik 16% dari realisasi tahun 2024. Target ini didukung oleh sejumlah proyek besar yang sedang berjalan, di antaranya:
- Superblock Kota Kasablanka & Gandaria City: Pengembangan mixed-use area yang menggabungkan pusat perbelanjaan, hunian, perkantoran, dan hotel.
- Proyek Hotel Baru: Pembukaan tiga hotel baru, dua di Bekasi dan satu di Surabaya, untuk memperkuat segmen perhotelan.
- Greenfield Project di Batam: Proyek baru yang diharapkan meningkatkan portofolio properti dan pendapatan sewa.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, PWON mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 2,48 triliun, dengan porsi 59% digunakan untuk konstruksi dan sisanya 41% dialokasikan untuk akuisisi tanah dan properti strategis.
Kekuatan Pendapatan Berulang dan Posisi Pasar
Salah satu keunggulan utama PWON adalah model bisnis yang didominasi oleh pendapatan berulang, yang mencapai sekitar 80% dari total pendapatan. Tingginya okupansi mal hingga 95% serta permintaan yang stabil pada segmen perkantoran dan perhotelan memberikan keunggulan kompetitif yang membuat pendapatan PWON relatif tahan terhadap fluktuasi ekonomi.
Hal ini membuat saham PWON menjadi salah satu pilihan favorit investor institusional dan ritel yang menginginkan eksposur pada sektor properti dengan risiko lebih terkendali.
Risiko dan Tantangan yang Perlu Diperhatikan Investor
Meski optimisme tinggi, investor tetap harus mewaspadai risiko yang melekat pada sektor properti, terutama terkait perubahan kebijakan suku bunga, kondisi makroekonomi, dan sentimen pasar yang dapat mempengaruhi daya beli konsumen.
Kenaikan suku bunga Bank Indonesia misalnya, bisa berimbas pada penurunan minat beli properti baru dan menekan margin keuntungan pengembang. Namun, segmen middle-up yang menjadi fokus PWON dianggap relatif lebih tahan terhadap tekanan tersebut, berkat profil pembeli yang memiliki daya beli stabil.
PWON hadir sebagai pilihan investasi menarik di tahun 2025 dengan kombinasi dividen menarik dan peluang kenaikan harga saham. Kinerja pendapatan yang didukung oleh aset berkualitas dan strategi ekspansi agresif menjadi modal kuat perusahaan menghadapi tantangan ekonomi.
Bagi investor yang ingin mendapatkan keuntungan dari dividen sekaligus potensi capital gain, PWON patut dipertimbangkan sebagai salah satu saham unggulan sektor properti menjelang pembagian dividen 2025.
