Beijing, Mata4.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melaksanakan kunjungan diplomatik singkat ke Beijing, China, pada Rabu (3/9/2025). Kehadiran Presiden Prabowo dalam rangka menghadiri peringatan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok.
Meski hanya berlangsung kurang dari delapan jam, agenda Presiden Prabowo di Beijing cukup padat. Ia menjalani pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin, serta menghadiri parade militer di Tian’anmen Square.
Pertemuan dengan Xi Jinping
Dalam pertemuan di Great Hall of the People, Presiden Prabowo dan Presiden Xi Jinping membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia–China yang memasuki usia 75 tahun. Salah satu isu utama yang disoroti adalah rencana kerja sama pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura). Proyek ini dinilai penting sebagai langkah mitigasi perubahan iklim dan pengendalian banjir rob.
Dialog dengan Vladimir Putin
Selain itu, Presiden Prabowo juga bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama strategis di bidang energi, investasi, dan pertahanan. Kedua negara berkomitmen untuk mempererat hubungan yang saling menguntungkan.

Simbol Diplomatik di Parade Militer
Dalam prosesi parade militer internasional di Tian’anmen Square, Presiden Prabowo mendapat kehormatan duduk sejajar dengan Presiden Xi Jinping dan Presiden Putin. Posisi tersebut dinilai sebagai simbol pengakuan atas peran penting Indonesia di kawasan regional maupun global.
Pernyataan Pemerintah
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memanfaatkan waktu singkat di Beijing untuk memastikan tindak lanjut kerja sama strategis. “Agenda diplomasi ini padat, namun berhasil mencakup isu-isu prioritas, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan investasi,” jelasnya.
Kunjungan diplomatik singkat Presiden Prabowo ke Beijing menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga hubungan baik dengan negara mitra strategis. Pertemuan dengan Xi Jinping dan Vladimir Putin diharapkan dapat memperkuat kerja sama ekonomi, pertahanan, dan pembangunan nasional.
